PADANG, UJUNGJARI.COM — Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, mengakui peluang timnya untuk keluar dari ancaman degradasi semakin berat setelah menelan kekalahan dari Persijap Jepara pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (20/4/2026), Kabau Sirah harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 0-2.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua gol Persijap dicetak oleh Rendi Saepul pada menit ke-37 dan Carlos Franca pada menit ke-44.

Imran Nahumarury tak menampik kekecewaan mendalam yang dirasakan tim maupun suporter atas hasil tersebut. Ia menyebut anak asuhnya gagal memenuhi ekspektasi, terutama dalam menciptakan peluang sepanjang pertandingan.

“Apa yang kami inginkan tidak tercapai. Kecewa itu pasti. Saya tahu betapa luar biasa kekecewaan para suporter. Para pemain juga kecewa. Apa yang kami dapat tidak sesuai yang diharapkan,” ujar Imran dalam konferensi pers usai laga.

Menurut pelatih asal Tulehu itu, minimnya peluang menjadi faktor utama kekalahan timnya. Ia menilai lawan mampu memaksimalkan kesempatan yang ada, sementara Semen Padang justru kesulitan mengancam.

“Dalam sepak bola, ketika tidak punya peluang, maka tidak akan terjadi gol. Lawan punya peluang dan bisa mencetak gol,” tambahnya.

Meski demikian, Imran tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya sepanjang pertandingan. Ia menegaskan timnya masih memiliki enam laga tersisa untuk berjuang keluar dari zona merah, meskipun tantangan yang dihadapi tidak mudah.

“Para pemain sudah bekerja keras, tetapi harus kalah dari aspek-aspek yang lain. Kami masih memiliki enam pertandingan. Memang sulit, namun kami akan terus bermain sebaik-baiknya sampai akhir,” tegasnya.

Kekalahan ini membuat posisi Semen Padang semakin terjepit di papan bawah klasemen. Mereka kini berada di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin, tertinggal enam angka dari Madura United yang berada di batas aman.

Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, Semen Padang dituntut segera bangkit jika ingin menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (**)