JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI-P, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mendorong Kementerian Haji dan Umrah untuk memastikan seluruh layanan kepada jemaah haji berjalan optimal sejak awal keberangkatan. Diketahui, kloter pertama jemaah haji 2026 dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026.

Azis menegaskan, keberangkatan kloter perdana akan menjadi tolok ukur kesiapan layanan secara menyeluruh. Oleh karena itu, ia meminta agar tidak ada kendala dalam aspek krusial seperti transportasi, akomodasi, hingga layanan kesehatan jemaah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kloter pertama ini akan menjadi tolok ukur kesiapan layanan secara menyeluruh. Karena itu, kami di Komisi VIII DPR RI mendorong agar Kementerian Haji dan Umrah memberikan pelayanan optimal dan memastikan tidak ada kendala baik dari sisi transportasi, akomodasi, maupun layanan kesehatan jemaah,” ujar Azis dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan ibadah haji telah rampung sepenuhnya sebelum keberangkatan dimulai.

Menurutnya, kesiapan 100 persen sangat diperlukan untuk menghindari persoalan yang kerap muncul pada pelaksanaan haji di tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, Azis mengingatkan pentingnya koordinasi yang solid antarpetugas, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Hal ini dinilai menjadi kunci kelancaran proses keberangkatan hingga kepulangan jemaah.

“Saya menekankan pentingnya koordinasi yang solid antarpetugas, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, agar proses keberangkatan hingga kedatangan jemaah berjalan lancar,” tuturnya.

Azis juga menegaskan agar berbagai permasalahan yang pernah terjadi pada pelaksanaan haji sebelumnya tidak terulang kembali pada tahun ini.

Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya perhatian khusus terhadap jemaah lanjut usia yang jumlahnya cukup signifikan pada musim haji 2026.

Ia meminta agar pendampingan serta layanan kesehatan bagi jemaah lansia dipastikan berjalan maksimal.

“Jemaah lansia harus menjadi prioritas. Mulai dari proses keberangkatan, selama di Tanah Suci, hingga kepulangan, semuanya harus mendapatkan perhatian ekstra,” kata Azis.  (**)