SIDRAP, UJUNGJARI.COM — Pagi di halaman SKPD Kabupaten Sidenreng Rappang terasa berbeda dari biasanya, Sabtu (25/4/2026).
Suara latihan vokal terdengar bersahutan. Ada tawa gugup, ada pula lirih doa yang terucap pelan. Semua berpadu dalam satu tujuan: menembus panggung besar D’Academy 8 yang digelar INDOSIAR.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi mereka, ini bukan sekadar audisi. Ini adalah langkah awal untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Sejak pagi, peserta dari berbagai penjuru telah memadati lokasi. Mereka datang membawa cerita masing-masing—tentang harapan, perjuangan, dan keyakinan pada suara yang mereka miliki.
Sebagian hadir dengan dukungan penuh keluarga. Ada orang tua yang setia mendampingi, memeluk, dan memberi semangat. Namun tak sedikit pula yang datang sendiri, menantang jarak dan keterbatasan, hanya berbekal tekad untuk didengar.
Di antara kerumunan itu, potret-potret kecil penuh makna terlihat jelas.
Seorang remaja tampak berulang kali melafalkan lirik lagu, berusaha menenangkan diri. Di sudut lain, seorang ibu menggenggam tangan anaknya erat—seolah memastikan bahwa apa pun hasilnya nanti, mereka telah berjuang bersama.
Koordinator LO audisi DA8, Ilham Junaedi, menegaskan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi kemanusiaan.
“Bukan hanya soal kompetisi, kami ingin mereka merasa dihargai. Setiap peserta punya cerita dan potensi yang layak untuk didengar,” ujarnya.
Di tengah atmosfer yang penuh harap itu, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, hadir memberikan dukungan langsung. Ia menilai, Sidrap bukan sekadar lokasi audisi, melainkan ruang tumbuh bagi talenta-talenta muda.
“Kita punya banyak anak muda berbakat. Mereka hanya butuh panggung. Dan hari ini, panggung itu ada di sini,” tuturnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, audisi ini menjadi simbol bahwa kesempatan bisa hadir di mana saja—bahkan dari daerah yang selama ini mungkin jarang dilirik.
Harapan pun menggantung di udara Sidrap pagi itu.
Dari ratusan, bahkan ribuan suara yang akan tampil, mungkin hanya segelintir yang akan melangkah lebih jauh. Namun bagi mereka yang hadir, keberanian untuk mencoba sudah menjadi kemenangan tersendiri.
Audisi D’Academy 8 di Sidrap bukan hanya tentang siapa yang lolos. Ini tentang perjalanan, tentang keberanian bermimpi, dan tentang suara hati yang akhirnya mendapat ruang untuk didengar.
Dan dari kota ini, mimpi-mimpi kecil itu—perlahan namun pasti—mulai menemukan jalannya menuju panggung yang lebih besar. (Wan)

