MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar 1447 H/2026 M, Ikbal Ismail, turun langsung memantau proses penerimaan jemaah haji di Aula Arafah, Jumat (24/4/2026).

Jemaah yang mengikuti prosesi tersebut berasal dari Kabupaten Bone dan tergabung dalam Kloter 6 Embarkasi Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam peninjauan itu, Ikbal Ismail yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, memastikan seluruh tahapan penerimaan berjalan lancar.

Ia didampingi Seksi Penerimaan Jemaah Letkol H Sapari, H Usman Sofian, serta Koordinator Bidang Layanan Jemaah Lansia dan Disabilitas H Abdul Gaffar.

Pada kesempatan tersebut, Ikbal Ismail sempat berdialog dengan salah seorang jemaah asal Bone sembari memasangkan kartu Nusuk.

Kartu ini merupakan identitas resmi yang diterbitkan oleh syarikah (vendor pemerintah Arab Saudi) dan menjadi dokumen penting bagi jemaah selama menjalankan ibadah haji.

Pembagian kartu Nusuk kini dilakukan langsung di embarkasi. Sebelumnya, kartu tersebut baru dibagikan saat jemaah tiba di Mekkah.

Kehadiran kartu ini sangat krusial karena menjadi syarat untuk mengakses berbagai layanan dan area penting, termasuk Masjidil Haram.

“Kartu Nusuk ini sangat membantu jemaah. Tanpa kartu tersebut, jemaah bisa mengalami kendala saat beraktivitas, bahkan untuk melaksanakan ibadah umrah,” ujar salah satu petugas.

Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini kondisi jemaah dan seluruh proses yang dijalani berjalan dengan baik tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah kondisi jemaah dan proses yang dijalani sampai saat ini tidak ada kendala,” lanjutnya.

Sementara itu, jemaah haji Embarkasi Makassar yang telah berada di Madinah tercatat sudah mencapai empat kloter. Selanjutnya, Kloter 5 dari Kabupaten Gowa dijadwalkan segera diberangkatkan.

Selama berada di embarkasi, para jemaah telah menerima berbagai layanan penting, mulai dari pembagian dokumen akomodasi, kupon makan, gelang identitas, paspor, tiket pesawat, hingga pemeriksaan kesehatan akhir sebagai bagian dari persiapan menuju Tanah Suci.  (Rls)