MADINAH, UJUNGJARI.COM — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat perkembangan layanan kesehatan jemaah di Daerah Kerja (Daker) Madinah terus berjalan optimal.

Hingga saat ini, sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan, dua jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan satu jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Di tengah upaya peningkatan layanan, Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya satu jemaah haji asal kloter SOC-3, Rodiyah (68), yang meninggal dunia akibat serangan jantung.

Pemerintah memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji.

Untuk menjaga kondisi fisik jemaah, Kemenhaj menginstruksikan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di embarkasi agar meminimalisir kegiatan seremonial saat pelepasan jemaah, sehingga mereka tidak mengalami kelelahan sebelum keberangkatan.

Sementara itu, jemaah yang telah berada di Madinah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Suhu di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 25 persen.

“Kami mengimbau jemaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh,” tegas Ichsan.

Kemenhaj juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan haji yang inklusif melalui program Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan sebagai bentuk keberpihakan negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah.  (**)