JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kembali mengingatkan seluruh pihak, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), agar mematuhi ketentuan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Pemerintah menegaskan tidak akan mentoleransi aktivitas non prosedural yang berpotensi membahayakan keselamatan jemaah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keselamatan dan perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji,” tegas Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Ia menambahkan, pemerintah dapat menjatuhkan sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional apabila ditemukan pelanggaran serius oleh KBIHU.
Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai praktik haji ilegal maupun tawaran keberangkatan non-resmi yang kerap merugikan calon jemaah.
Saat ini, Satgas Pencegahan Haji Ilegal terus melakukan pengawasan lintas instansi guna mencegah penyalahgunaan visa serta praktik penipuan. Upaya ini dilakukan seiring meningkatnya pergerakan jemaah menuju Tanah Suci.
Memasuki fase pemberangkatan menuju Makkah, Kemenhaj turut mengimbau jemaah agar tidak membawa barang berlebihan yang dapat menghambat mobilitas dan distribusi bagasi.
Selain itu, jemaah yang akan melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram diminta berangkat lebih awal dengan memanfaatkan layanan Bus Shalawat guna menghindari kepadatan.
“Kami mengimbau jemaah berangkat minimal dua jam lebih awal agar perjalanan menuju Masjidil Haram lebih aman dan nyaman,” ujar Maria.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk mewaspadai suhu panas di Makkah dan Madinah yang berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius.
Jemaah disarankan menggunakan pelindung seperti payung, topi, masker, alas kaki yang nyaman, serta memperbanyak konsumsi air putih.
“Cuaca di Tanah Suci cukup panas. Jemaah diharapkan tidak memaksakan aktivitas di siang hari dan selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” tutupnya.
Pemerintah memastikan seluruh layanan bagi jemaah, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan, berjalan optimal.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan guna memastikan kenyamanan dan keselamatan selama menjalankan ibadah haji. (**)

