MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Daerah Kerja (Daker) Makkah resmi memulai penerimaan jemaah haji Indonesia gelombang kedua pada Kamis (7/5/2026).
Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, seluruh jemaah pada fase kedua ini akan tiba melalui Bandara Jeddah dan diwajibkan sudah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Tanah Air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M, Ihsan Faisal, mengatakan kloter pertama yang akan diterima berasal dari Solo, yakni SOC 44.
“Insya Allah kita akan menerima kloter pertama dari gelombang kedua ini yaitu dari kloter SOC-44 dari Solo. Total ada 15 kloter yang akan kami terima di hari pertama gelombang kedua,” ujar Ihsan di Makkah, Rabu (6/5/2026).
Di tengah persiapan penyambutan gelombang kedua, Daker Makkah juga masih menuntaskan proses pergeseran jemaah gelombang pertama dari Madinah menuju Makkah.
Hingga saat ini, sebanyak 110 kloter dengan total lebih dari 42 ribu jemaah telah berada di Makkah. Jumlah tersebut setara sekitar 45 persen dari total jemaah gelombang pertama yang mulai bergerak secara bertahap sejak 30 April 2026.
Ihsan menjelaskan, pola kedatangan jemaah pada gelombang kedua akan berlangsung lebih dinamis dibanding fase sebelumnya. Jika pada gelombang pertama jadwal kedatangan relatif bisa diprediksi, maka kini petugas harus bersiaga penuh selama 24 jam.
“Nanti ketika gelombang kedua sudah mulai datang ke Makkah, itu tidak ada jadwal yang tetap. Artinya bisa datang pagi hari, siang, sore, malam. Petugas akan full 24 jam menerima kedatangan para jemaah, baik dari Madinah maupun dari Jeddah,” katanya.
Kementerian Haji dan Umrah juga tetap memprioritaskan kondisi kesehatan jemaah. Setelah tiba dan melakukan check-in hotel, jemaah diminta beristirahat terlebih dahulu sebelum menjalankan umrah wajib.
Langkah tersebut dilakukan mengingat perjalanan udara dari Indonesia menuju Jeddah memakan waktu sekitar sembilan jam, ditambah perjalanan darat menuju Makkah selama dua hingga tiga jam.
Selain itu, Daker Makkah kini menjadi pusat pelayanan utama haji. Untuk memperkuat layanan, ratusan petugas dari Daker Madinah dan Daker Bandara yang telah menyelesaikan tugasnya akan digeser ke Makkah dengan status BKO atau diperbantukan.
Tambahan personel itu akan difokuskan di titik-titik dengan potensi kepadatan tinggi, terutama di kawasan Masjidil Haram yang diperkirakan semakin padat seiring bertemunya jemaah dari dua gelombang kedatangan.
“Seluruh petugas sudah siap, pengalaman di gelombang pertama menjadi modal berharga bagi kami untuk menyukseskan gelombang kedua ini,” pungkas Ihsan. (**)

