SAMARINDA, UJUNGJARI.COM — Persaingan juara BRI Super League 2025/2026 semakin memanas memasuki tiga pekan terakhir musim ini.
Persib Bandung dan Borneo FC kini terlibat duel sengit dalam perebutan trofi juara, dengan kedua tim sama-sama mengoleksi 72 poin dari 32 pertandingan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persib berhasil menjaga asa mempertahankan gelar setelah menang tipis 1-0 atas PSIM Yogyakarta pada laga terakhir. Di sisi lain, Borneo FC menunjukkan ketajamannya usai menundukkan Persita Tangerang dengan skor 2-0.
Meski memiliki poin identik, Persib Bandung berhak berada di puncak klasemen sementara karena unggul head to head atas Borneo FC musim ini. Maung Bandung sukses menang 3-1 pada pertemuan pertama di Bandung dan bermain imbang 1-1 saat bertandang ke Samarinda.
Persaingan keduanya pun dipastikan bakal berlangsung hingga pekan terakhir. Terlebih, Persija Jakarta masih membayangi di posisi bawah dan berpeluang ikut mengacaukan perebutan gelar.
Persib tampil sangat serius menghadapi musim ini demi mewujudkan ambisi meraih hattrick juara. Setelah dua musim beruntun menjadi kampiun, tim asuhan Bojan Hodak melakukan perombakan besar dengan mendatangkan sederet pemain berkualitas.
Nama-nama seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Federico Barba, Sergio Castel, Patricio Matricardi, Frans Putros, Luciano Guaycochea, Berguinho, Uilliam Barros, Ramon Tanque, hingga Andrew Jung direkrut untuk memperkuat kedalaman skuad.
Tak berhenti di situ, Persib juga membuat kejutan dengan menghadirkan eks pemain PSG dan Timnas Prancis, Layvin Kurzawa. Kombinasi pemain berpengalaman dan racikan Bojan Hodak membuat Persib tampil stabil sepanjang musim.
Namun, dominasi Persib mendapat perlawanan kuat dari Borneo FC. Tim berjuluk Pesut Etam itu tampil impresif di bawah arahan Fabio Lefundes dan sempat memimpin klasemen dalam waktu sangat panjang.
Mariano Peralta menjadi motor permainan Borneo FC musim ini. Pesut Etam bahkan sempat mencatatkan 15 laga tanpa kekalahan dan beberapa kali menguasai puncak klasemen sejak awal musim.
Secara statistik, kedua tim memang sangat layak bersaing di tangga juara. Persib mencatatkan 22 kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan.
Sementara Borneo FC sedikit lebih unggul dalam jumlah kemenangan dengan 23 kemenangan, tetapi sudah lima kali kalah musim ini.
Dari sisi produktivitas, Borneo FC lebih tajam dengan torehan 64 gol dan menjadi tim tersubur kedua di liga. Sedangkan Persib sudah mencetak 55 gol, namun memiliki pertahanan terbaik karena baru kebobolan 20 kali sepanjang musim.
Persib juga sedang dalam performa luar biasa dengan catatan tak terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhir, termasuk 13 kemenangan. Di sisi lain, Borneo FC belum terkalahkan dalam 10 laga terakhir dan sukses menyapu bersih lima pertandingan terakhir dengan kemenangan.
Tiga pertandingan tersisa diprediksi menjadi penentu nasib kedua tim. Persib masih harus menghadapi laga berat kontra rival abadinya Persija Jakarta pada 10 Mei 2026, sebelum bertandang ke markas PSM Makassar dan menutup musim melawan Persijap Jepara.
Laga melawan Persija diperkirakan menjadi ujian terberat bagi Maung Bandung. Jika mampu melewati duel panas tersebut, Persib berpeluang besar menyapu dua laga lainnya dan mengakhiri musim dengan 78 poin.
Sementara itu, Borneo FC dinilai memiliki jadwal yang relatif lebih ringan. Mereka akan menghadapi Bali United, Persijap Jepara, dan Malut United pada tiga laga terakhir.
Pesut Etam diprediksi mampu mengamankan minimal tujuh poin dari tiga laga tersebut. Jika skenario itu terwujud, Borneo FC bakal finis dengan 79 poin dan merebut gelar juara untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Meski begitu, semua hitung-hitungan tersebut masih sebatas prediksi. Persaingan juara musim ini dipastikan tetap terbuka hingga laga terakhir, dan konsistensi bakal menjadi kunci utama dalam menentukan siapa yang akhirnya mengangkat trofi BRI Super League 2025/2026. (**)

