PADANG, UJUNGJARI.COM — Pertandingan sarat gengsi akan tersaji pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 saat Semen Padang menjamu Persik Kediri di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (8/5/2026) sore.
Meski sudah dipastikan terdegradasi ke Championship musim depan, Kabau Sirah diprediksi tetap tampil habis-habisan demi menjaga harga diri klub di hadapan pendukungnya sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi ini menjadi ancaman serius bagi Persik Kediri yang belum sepenuhnya aman dari jeratan degradasi.
Tim berjuluk Macan Putih saat ini mengoleksi 36 poin dan masih membutuhkan tambahan angka untuk memastikan bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Ancaman datang dari Persis Solo yang berada di posisi ke-16 atau batas atas zona degradasi dengan 27 poin. Secara matematis, Laskar Sambernyawa masih berpeluang menyamai raihan Persik apabila mampu menyapu bersih tiga laga tersisa musim ini.
Karena itu, duel kontra Semen Padang menjadi kesempatan penting bagi pasukan Marcos Reina untuk mengunci keselamatan lebih cepat. Hasil imbang sebenarnya sudah cukup untuk menjauh dari kejaran Persis Solo.
Namun jika gagal membawa pulang poin dari Padang, langkah Persik bakal jauh lebih berat. Pada dua laga terakhir, mereka harus menghadapi Persija Jakarta yang sedang bersaing di papan atas bersama Persib Bandung dan Borneo FC dalam perebutan gelar juara, sebelum menutup musim dengan laga tandang ke markas Persebaya Surabaya.
“Pekerjaan belum selesai. Kami harus dapat poin melawan Semen Padang untuk mengamankan posisi. Namun, kami harus antisipasi kemungkinan Semen Padang akan bermain lepas, karena mereka tak punya beban setelah resmi terdegradasi,” ujar pelatih Persik, Marcos Reina.
Pelatih asal Spanyol itu juga membawa misi memperbaiki catatan tandang yang sangat buruk. Dari tujuh laga away bersama Persik, Marcos Reina belum sekalipun mampu membawa timnya meraih poin.
Di sisi lain, kondisi Semen Padang juga sedang tidak ideal. Tim asuhan Imran Nahumarury diterpa badai cedera yang membuat lima pemain inti dipastikan absen, yakni Kazaki Nakagawa, Baoubakar Diarra, Alhassan Wakasso, Irsyad Maulana, dan Samuel Simanjuntak.
Meski demikian, Imran menegaskan timnya tidak akan menyerah begitu saja meski status degradasi sudah tidak bisa dihindari.
“Apa pun yang terjadi, Semen Padang tetap degradasi. Tapi tim ini akan terus berjuang sampai akhir musim. Pemain harus tampil 200 persen. Kita harus maksimalkan tiga sisa pertandingan,” tegasnya.
Dengan motivasi berbeda dari kedua tim, duel di Stadion Haji Agus Salim dipastikan berlangsung sengit. Persik mengincar poin penyelamat, sementara Semen Padang bertekad menutup musim dengan kehormatan. (**)

