BANTUL, UJUNGJARI.COM — Dewa United berpeluang besar membawa pulang tiga poin saat menantang PSBS Biak pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026.

Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (8/5/2026) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi kedua tim menjelang pertandingan sangat bertolak belakang. Dewa United datang dengan performa stabil dan penuh percaya diri, sementara PSBS Biak justru berada dalam tekanan besar usai dipastikan terdegradasi ke kasta kedua musim depan.

Saat ini, Dewa United menempati posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 50 poin dari 31 pertandingan. Sebaliknya, PSBS Biak terdampar di dasar klasemen setelah hanya mengoleksi 18 poin sepanjang musim.

Kondisi internal yang tidak kondusif membuat performa tim berjuluk Badai Pasifik terus menurun drastis. Situasi tersebut menjadi peluang besar bagi Dewa United untuk melanjutkan tren positif mereka.

PSBS tengah menjalani periode buruk dalam beberapa bulan terakhir. Tim yang kini kembali ditangani asisten pelatih Kahudi Wahyu Widodo itu sudah hampir empat bulan tidak merasakan kemenangan.

Kemenangan terakhir PSBS terjadi pada 12 Januari 2026 saat membungkam Bhayangkara FC dengan skor 4-1. Setelah itu, mereka terjebak dalam tren negatif berkepanjangan.

Dalam 14 pertandingan terakhir, PSBS hanya mampu meraih dua hasil imbang dan menelan 12 kekalahan. Mereka juga kebobolan banyak gol, termasuk saat dihajar Malut United 0-7 dan takluk 0-4 dari Persebaya Surabaya pada dua laga teranyar.

Kekalahan dari Persebaya pekan lalu sekaligus memastikan PSBS turun kasta. Hasil tersebut menjadi puncak dari berbagai persoalan yang menghantui klub sepanjang musim.

Masalah finansial disebut menjadi penyebab utama anjloknya performa tim. Para pemain dikabarkan belum menerima gaji selama empat bulan sehingga memengaruhi kondisi ruang ganti.

Situasi itu membuat sejumlah pemain memilih hengkang sebelum kompetisi berakhir. Sedikitnya enam pemain meninggalkan klub dalam beberapa pekan terakhir.

Dua pemain lokal yang keluar ialah Arif Budiyono dan George Brown. Sementara empat pemain asing yang memilih pergi adalah Ruyery Blanco, Eduardo Barbosa, Kevin Alexander, serta Sandro Embalo.

Arif Budiyono bahkan disebut sudah meninggalkan tim sejak awal Maret 2026 dan menolak ikut lawatan ke markas Borneo FC. Setelah itu, beberapa pemain lain menyusul keluar secara bertahap hingga awal Mei.

Di sisi lain, Dewa United datang dengan modal impresif. Tim asuhan Jan Olde Riekerink sedang menikmati tren positif dan terus menjaga peluang finis di lima besar klasemen.

Banten Warriors tercatat tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir. Dalam periode tersebut, Ricky Kambuaya dan kolega membukukan lima kemenangan serta dua hasil imbang.

Kekalahan terakhir Dewa United terjadi saat menyerah 0-2 dari Bhayangkara FC pada 1 Maret 2026. Setelah itu, performa mereka terus meningkat dan semakin konsisten.

Jika mampu menaklukkan PSBS Biak, Dewa United berpeluang naik ke posisi empat klasemen sementara dengan melewati Malut United dan Persebaya Surabaya.  (**)