GOWA, UJUNGJARI.COM — Tetiba pada Senin (18/5) malam seisi kampus Unhas Teknik Gowa yang berlokasi di Jl Poros Malino, Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa dibuat geger. Pasalnya seorang mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur angkatan 2024 berinisial PTJ (20) ditemukan tewas tergeletak di jalan beton di area belakang gedung Departemen Teknik Arsitektur.

Kondisi mahasiswi tersebut mengenaskan. Tubuh korban tergeletak di jalan beton tersebut dan dipastikan sudah tak bernyawa. Bahkan ketika korban dibawa ke RS Yapika Gowa untuk tindakan darurat penyelamatan, tim medis rumah sakit menyatakan sudah meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pihak Kepolisian Polres Gowa, korban ditemukan tergeletak di jalan beton belakang Gedung Arsitektur sekitar pukul 19.00 Wita. Peristiwa itu pertama kali diketahui setelah petugas keamanan kampus menerima laporan adanya seseorang yang diduga terjatuh dari gedung.

Peristiwa inipun dibenarkan Kabag Humas Kampus Teknik Unhas Ishaq Rahman. Dikatakan Ishaq, pihak kampus bersama Kepolisian, masih melakukan penelusuran terkait penyebab pasti meninggalnya korban.

“Iye, kejadiannya tadi sekitar pukul 18.30 sampai 19.00 Wita. Jadi tadi sekuriti kampus di Fakultas Teknik mendapat laporan ada seseorang yang melompat dari lantai satu,” kata Ishaq Rahman pada Senin malam tersebut.

Ishaq mengatakan, pihak kampus belum dapat memastikan motif ataupun latar belakang kejadian tersebut. Semuanya diserahkan kepada Kepolisian.

Sementara itu, Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Kanit Resmob Polres Gowa Ipda Andi Muhammad Alfian mengatakan pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” kata Ipda Andi Muhammad Alfian saat dihubungi Selasa (19/5).

Dipaparkan Ipda Andi Muhammad Alfian, berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban sempat mengirim pesan suara kepada salah seorang rekannya sebelum kejadian. Dalam pesan itu, korban meminta temannya mencari dirinya di belakang Gedung Arsitektur kampus.

Menurut rekan korban yang merupakan saksi bernama Ahmad Naufal Imran mengaku langsung menuju kampus setelah menerima pesan tersebut. Saat tiba di lokasi, ia menemukan korban sudah dalam posisi tengkurap dan tidak bergerak di atas jalan beton.

Beberapa barang milik korban turut ditemukan di lokasi kejadian, di antaranya sebuah tas ransel berisi laptop, botol minum dan payung, telepon genggam, sepatu hitam, kartu mahasiswa, hingga kendaraan roda dua milik korban. Polisi juga menemukan sebuah pisau bergagang cokelat di sekitar lokasi.

Tim Inafis Polres Gowa bersama Bid Dokkes Polres Gowa kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan sejumlah luka di bagian tubuh korban, termasuk luka memar di bawah mata kiri, luka gores di alis kiri, luka di pergelangan tangan kanan hingga luka lecet di bagian punggung dan kaki.

“Semua temuan di TKP masih kami dalami. Untuk sementara, keluarga juga telah diarahkan membuat laporan resmi agar proses penyelidikan dapat berjalan lebih lanjut. Kami juga masih menyelidiki rangkaian peristiwa tersebut, termasuk mendalami keterangan para saksi dan barang bukti yang ditemukan di lokasi. Untuk mengetahui penyebabnya kita tunggu saja hasil autopsi, ” tandas Ipda Andi Muhammad Alfian. –