MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–tengah meningkatnya prevalensi penyakit metabolik seperti diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi, potensi solusi berbasis kekayaan hayati Indonesi kembali mendapat sorotan.
Dokter sekaligus peneliti asal Indonesia, dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM, MARS, Dip.SN, DCD, FRSPH, mengangkat potensi anggur laut (Caulerpa spp.) sebagai kandidat inovatif dalam upaya pencegahan dan pengelolaan sindrom metabolik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rudy resmi menjalani Sidang Promosi Terbuka Doktor di Universitas Hasanuddin, dengan
disertasi berjudul “Efek Suplementasi Ekstrak Karotenoid dan Peptida Anggur Laut terhadap Parameter Metabolik pada Model Diet Tinggi Lemak dan Kolesterol.”
Penelitian ini membuka peluang pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari pendekatan preventive medicine yang lebih terjangkau dan relevan bagi masyarakat Indonesia.
Disertasi tersebut dipromotori oleh Prof. Dr. dr. Nurpudji Astuti Daud, MPH, Sp.GK(K) dan Prof. Dr. dr. Andi Makbul Aman, SpPD-KEMD, FINASIM. Rudy berhasil menyelesaikan
pendidikan doktoralnya dalam waktu yang relatif singkat, yakni 5 semester, dengan IPK 4.00 dan predikat cum laude, menjadikannya salah satu lulusan dengan pencapaian akademik yang membanggakan.
“Sebagai dokter, saya melihat langsung tantangan pasien dalam mengelola penyakit
metabolik. Melalui riset ini, saya ingin menghadirkan alternatif yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, berbasis pangan fungsional dari potensi lokal Indonesia,” ujar Rudy.
Dari Riset ke Inovasi: Menuju Solusi yang Lebih Aplikatif
Dalam penelitiannya, Rudy mengeksplorasi peran karotenoid dan peptida bioaktif dari
anggur laut, serta interaksinya dengan mikrobiota usus.
Hasil uji pada model hewan (tikus)
dengan diet tinggi lemak dan kolesterol menunjukkan bahwa ekstrak anggur laut memiliki potensi dalam:
• Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL)
• Menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan kadar glukosa darah
• Mengurangi inflamasi
• Meningkatkan sensitivitas insulin
• Menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Lebih lanjut, Rudy juga berhasil mengidentifikasi peptida bioaktif baru dari anggur laut (FDGIP/PuRuLine) yang memiliki potensi dalam mendukung kesehatan metabolik.
Temuan ini telah terdaftar dalam basis data molekuler internasional (PubChem) serta memperoleh sertifikasi paten di Indonesia, menandai langkah penting dari riset menuju inovasi yang memiliki potensi aplikasi nyata di bidang nutraseutikal.
Temuan ini memperkuat potensi nutraseutikal sebagai bagian dari strategi pencegahan
penyakit metabolik, yang saat ini menjadi tantangan kesehatan global sekaligus nasional.
Mengoptimalkan Kekayaan Laut Indonesia untuk Kesehatan
Sebagai negara maritim dengan biodiversitas laut yang sangat kaya, Indonesia memiliki
peluang besar untuk memanfaatkan sumber daya alamnya menjadi bagian dari
pengembangan solusi kesehatan berbasis sains.
Penelitian ini menjadi salah satu contoh
bagaimana riset berbasis potensi lokal dapat berkontribusi pada inovasi kesehatan yang berkelanjutan.
“Bagi saya, riset ini menjadi bentuk harapan, bahwa ke depannya, Indonesia
dapat menghadirkan solusi kesehatan yang lebih dekat dan relevan, berasal dari kekayaan negeri sendiri, ” tutup Rudy.
Prestasi Akademik dan Kiprah Global
Komitmen Rudy dalam mengembangkan ilmu pengetahuan juga tercermin dari kontribusinya di berbagai forum ilmiah global. Ia tercatat sebagai:
• Presenter International Congress of Nutrition (IUNS-ICN) 2025 – Paris
• Oral Presenter International Congress of Diabetes and Metabolism (ICDM) 2024 – Seoul
• Presenter International Conference on Food, Nutrition, Health and Lifestyle (NUTRICON) 2024 – Seoul.
Dari Klinik ke Komunitas: Edukasi Generasi Muda
Di luar dunia akademik dan praktik klinis, Rudy juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat.
Ia merupakan pendiri Sobat Diabet, komunitas edukasi diabetes berbasis anak muda yang telah berjalan sejak 2014. Melalui Sobat Diabet, Rudy konsisten mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya pencegahan dan pengelolaan penyakit
metabolik secara lebih holistik dan berkelanjutan.

