MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Proses penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri 15 Makassar, Jalan Prof. Dr. Ir. Sutami, berlangsung tertib dan lancar.

Sebanyak 340 siswa baru diterima melalui jalur prestasi, jalur domisili (Zona 1 dan Zona 2), serta jalur perpindahan tugas orang tua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memasuki tahun ajaran 2026/2027, seluruh siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.

Kepala SMA Negeri 15 Makassar, Laenre, SPd, MH, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini diperpanjang dari sebelumnya tiga hari menjadi lima hari. Penambahan waktu dilakukan agar seluruh materi pembinaan dapat diberikan secara maksimal kepada peserta didik baru.

“Tahun ini ada penambahan waktu menjadi lima hari karena cukup banyak materi yang harus disampaikan kepada siswa. Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman,” ujar Laenre, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, konsep sekolah yang nyaman dan aman tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik, tetapi juga bagi seluruh warga sekolah, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

“Yang kami maksud nyaman dan aman adalah nyaman bagi siswa datang ke sekolah, nyaman bagi guru dalam mengajar, nyaman bagi peserta didik dalam belajar, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah,” jelasnya.

Selain pelaksanaan MPLS, Lenre juga mengungkapkan masih adanya kebutuhan penambahan sarana pendidikan di SMA Negeri 15 Makassar. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, rata-rata SMA di wilayah pinggiran memiliki sekitar 30 ruang kelas, sedangkan sekolah di kawasan perkotaan rata-rata memiliki 33 ruang kelas.

“Sementara SMA Negeri 15 Makassar saat ini baru memiliki 27 ruang kelas sehingga masih membutuhkan tambahan tiga ruang kelas,” katanya.

Tak hanya itu, sekolah yang telah berdiri sekitar 50 tahun tersebut juga membutuhkan rehabilitasi sejumlah fasilitas yang sudah mulai mengalami penurunan kondisi.

Beberapa fasilitas yang menjadi prioritas untuk diperbaiki di antaranya ruang perpustakaan, laboratorium, ruang praktik, serta sejumlah ruang kelas agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan efektif.

Laenre berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana di SMA Negeri 15 Makassar, termasuk dukungan untuk rehabilitasi gedung dan penambahan fasilitas pendidikan.

“Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, kami optimistis kualitas pelayanan pendidikan kepada peserta didik dapat terus meningkat,” tutupnya. (zdn)