MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE) bagi jemaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Menu yang disiapkan dirancang khusus agar sesuai dengan selera jemaah Indonesia sekaligus praktis dikonsumsi di tengah mobilitas tinggi selama puncak haji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beragam menu khas Nusantara disiapkan dalam paket RTE tersebut, di antaranya gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenhaj, Jaenal, mengatakan menu tersebut sengaja disesuaikan dengan cita rasa Indonesia guna mengatasi kejenuhan selera makan jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Menu ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia. Paket makanan ini bisa langsung dibuka dan dimakan, tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain,” ujarnya.

Selain praktis, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian utama. Kemenhaj memastikan makanan RTE yang disiapkan telah melalui pengujian laboratorium dan dinyatakan aman dikonsumsi.

Jaenal menjelaskan, paket makanan tersebut memiliki masa simpan hingga 18 bulan sehingga tetap terjaga kualitas dan keamanannya selama distribusi hingga konsumsi oleh jemaah.

“Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi. Mudah-mudahan jemaah bisa nyaman beribadah dan fokus karena kebutuhan makan selama Armuzna tercukupi,” katanya.

Kemenhaj juga meminta petugas di lapangan aktif memberikan edukasi kepada jemaah mengenai cara konsumsi makanan RTE agar distribusi dan pemanfaatannya berjalan optimal selama fase Armuzna. (**)