MAKKAH, UJUNGJARI.COM – Otoritas Kesehatan Arab Saudi melalui Weqaya memastikan sistem pengawasan epidemiologi Kerajaan telah disiapkan secara maksimal untuk mengantisipasi potensi penyebaran wabah virus Ebola dan Hantavirus selama musim haji 2026.

Langkah ini dilakukan guna menjamin keamanan dan keselamatan jutaan jemaah yang datang dari berbagai negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengawasan ketat diterapkan terhadap pelancong yang berasal dari wilayah sekitar zona penularan penyakit.

Pemantauan harian dan langkah pencegahan dilakukan secara intensif di seluruh pintu masuk Kerajaan, terutama bagi pendatang dari negara-negara yang berdekatan dengan area wabah.

Weqaya menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola maupun Hantavirus di wilayah Arab Saudi. Otoritas kesehatan juga terus memantau perkembangan penyebaran Ebola yang terjadi di Kongo dan Uganda melalui koordinasi aktif bersama organisasi kesehatan internasional.

“Status kesehatan para jemaah haji tetap meyakinkan, di bawah pemantauan terus-menerus sepanjang waktu dan berkoordinasi penuh dengan otoritas di dalam dan luar Kerajaan,” demikian pernyataan resmi Weqaya.

Kondisi kesehatan jemaah haji yang telah berada di Arab Saudi dilaporkan aman dan terus berada dalam pengawasan berkelanjutan oleh otoritas setempat.

Kesiapan sistem epidemiologi ini diperkuat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional pada 17 Mei 2026.

Sejumlah kebijakan pencegahan, termasuk pembatasan dan penangguhan visa bagi pelancong dari wilayah terdampak wabah sebelumnya, masih diberlakukan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional (NCDC) Arab Saudi juga terus melakukan penilaian risiko secara berkala.

Penguatan pengawasan difokuskan pada pelancong yang datang dari negara-negara di sekitar zona wabah seperti Uganda, Sudan Selatan, Rwanda, Burundi, Tanzania, dan Kongo.

Selain itu, tim respons kesehatan telah diaktifkan di seluruh pelabuhan, bandara, serta titik masuk ke Arab Saudi untuk melakukan pemeriksaan terhadap setiap pendatang.

Fasilitas kesehatan di berbagai wilayah juga dipastikan siap menangani kasus yang dicurigai sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Di sisi lain, Weqaya menilai potensi ancaman Hantavirus selama musim haji 2026 tergolong rendah. Meski demikian, sistem pemantauan dan pengawasan tetap dijalankan secara ketat guna memastikan respons cepat apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan. (**)