MAKKAH, UJUNGJARI.COM – Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah pada puncak ibadah haji 1447 Hijriah berlangsung di tengah cuaca panas ekstrem.

Otoritas Arab Saudi mencatat suhu udara di kawasan Arafah mencapai lebih dari 45 derajat Celsius saat lebih dari 1,6 juta jemaah haji dari berbagai negara berkumpul untuk menjalankan rukun haji tersebut, Selasa (26/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak subuh 9 Zulhijjah, jutaan jemaah mulai memasuki Padang Arafah untuk memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, dan bermunajat hingga matahari terbenam. Namun, terik matahari yang menyengat menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah selama menjalani prosesi wukuf.

Otoritas kesehatan Arab Saudi mengeluarkan imbauan khusus agar jemaah meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dehidrasi dan kelelahan akibat suhu tinggi.

Jemaah diminta memperbanyak konsumsi air, menggunakan payung atau pelindung kepala, serta mengurangi aktivitas di bawah paparan matahari langsung dalam waktu lama.

Di sejumlah titik Arafah, petugas kesehatan dan layanan darurat disiagakan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat cuaca panas, termasuk heatstroke dan kelelahan.

Pemerintah Arab Saudi juga menyiapkan distribusi air minum, area teduh, serta layanan pendingin untuk membantu menjaga kondisi fisik jemaah.

Meski cuaca terik menyelimuti kawasan Arafah, suasana khusyuk tetap terasa. Jutaan jemaah dari berbagai bangsa tampak khidmat menjalani wukuf, mengangkat tangan memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.

Puncak ibadah haji ini berlangsung di lokasi yang memiliki nilai sejarah penting bagi umat Islam. Padang Arafah merupakan tempat Rasulullah SAW menyampaikan Khutbah Wada’ atau khutbah perpisahan saat Haji Wada’ sekitar 14 abad silam.

Setelah matahari terbenam, para jemaah dijadwalkan bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit dan melanjutkan rangkaian ibadah haji berikutnya di Mina.

Cuaca panas yang kembali menyelimuti Arafah tahun ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan fisik selama pelaksanaan haji, terutama saat jutaan jemaah menjalani ibadah di ruang terbuka dengan suhu ekstrem.  (*/drw)