ARAFAH, UJUNGJARI.COM – KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan khutbah wukuf pada puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Arafah, Selasa (26/5/2026).
Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh jemaah haji Indonesia untuk memaknai ibadah haji sebagai pengingat tentang kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT serta pentingnya menjaga ketakwaan dalam kehidupan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan ribuan jemaah, KH Asep menegaskan bahwa seluruh manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah.
Menurutnya, rangkaian ibadah haji menjadi pengingat akan perjalanan hidup manusia yang penuh dinamika.
“Manusia itu sama. Ketika tawaf, kita diingatkan tentang perputaran kehidupan di dunia, termasuk jabatan yang tidak selalu ada. Semua datang dan pergi,” ujar KH Asep dalam khutbahnya di Arafah.
Ia menjelaskan, kehidupan manusia tidak lepas dari berbagai ujian dan tantangan. Karena itu, setiap muslim diminta untuk terus berupaya menjaga ketakwaan serta memperkuat keyakinan kepada Allah SWT.
“Kita harus terus berupaya keras untuk senantiasa bertakwa kepada Allah. Dalam hidup akan ada banyak tantangan, tetapi semua itu harus bisa diatasi. Itulah ekstraksi dari sa’i, ada perjuangan, kesungguhan, dan keyakinan kepada pertolongan Allah,” katanya.
Selain menyampaikan pesan spiritual, KH Asep juga mengajak seluruh jemaah haji Indonesia untuk memanjatkan doa bagi bangsa dan negara agar senantiasa diberi keberkahan, persatuan, keamanan, dan kesejahteraan.
“Mari kita bersama-sama berdoa untuk kesejahteraan negeri ini, agar Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, persatuan, keamanan, dan para pemimpinnya diberi kekuatan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi rakyat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kementerian Haji terus memastikan layanan dan pendampingan bagi jemaah Indonesia selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina berjalan optimal.
Upaya tersebut dilakukan agar jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman selama prosesi puncak ibadah haji berlangsung. (*/drw)

