MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Kabar duka datang dari dunia politik dan akademik Sulawesi Selatan. Andi Mawang Batara Soli, politisi PDIP Sulsel sekaligus akademisi, meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) dini hari di Pusat Jantung Terpadu (PJT) RSUP Wahidin Sudirohusodo, Tamalanrea, Makassar.

Almarhum wafat dalam usia 55 tahun. Jenazah saat ini disemayamkan di kawasan Rappocini, Kota Makassar, sebelum dimakamkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar wafatnya Mawang Batara Soli dikonfirmasi oleh sejumlah kerabat dan sahabat dekat. Salah satunya Ismail Maulana yang mengaku menerima informasi tersebut dari keluarga almarhum pada waktu subuh.

“Tadi subuh, kami dapat konfirmasi dari Andi Dewie di grup alumni Kacak 94,” ujar Ismail.

Hingga Kamis pagi, pihak keluarga belum mengumumkan secara resmi lokasi pemakaman almarhum. Namun, beredar informasi yang masih menunggu konfirmasi bahwa Mawang akan dimakamkan di samping makam sang ayah, almarhum HZB Palaguna, di kompleks Pekuburan Keluarga Lamenne atau Alinrungenna Appanna Ladince Puang Mancaji, Dusun Larumange, Desa Liliriattang, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone.

Mawang Batara Soli lahir di Ujungpandang pada 13 Maret 1971. Ia merupakan putra bungsu dari pasangan Mayjen TNI (Purn) HZB Palaguna dan Hj Normi ZB.

HZB Palaguna dikenal sebagai Gubernur Sulawesi Selatan periode 1993-2003 yang wafat pada 2 Oktober 2019 dalam usia 80 tahun.

Dalam keluarga, Mawang merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Dua kakaknya adalah Ir Hj A Siska Marabintang dan Drg Hj A Rini.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Andi Dewie Mawang, serta tiga orang putri.
Selain aktif di dunia politik sebagai kader dan calon legislatif PDIP untuk DPR RI, Mawang juga dikenal sebagai akademisi.

Ia merupakan alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin dan berhasil meraih gelar insinyur, magister, hingga doktor di bidang ilmu kehutanan.

Pekan lalu, Mawang bahkan masih terlihat menghadiri kegiatan TSN 2 Alumni SMA Negeri 2 Makassar di kawasan Fort Rotterdam. Ia tercatat sebagai alumni angkatan 1989.

Kepergian Mawang Batara Soli meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan politik, serta kalangan akademisi yang mengenalnya sebagai sosok berpendidikan dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun organisasi.   (**)