JAKARTA, UJUNGJARI.COM – Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mengambil langkah bersama menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dengan menyelaraskan kebijakan perjalanan internasional menyusul merebaknya wabah Ebola di sejumlah wilayah Afrika.
Ketiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026 tersebut mengumumkan kebijakan bersama pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah itu ditujukan untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus menjamin keamanan jutaan pengunjung yang akan datang ke Amerika Utara selama turnamen berlangsung.
Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama saat menyambut peserta, ofisial, dan suporter dari berbagai negara.
“Kesehatan dan keselamatan setiap orang di kawasan ini tetap menjadi prioritas tertinggi kami saat menyambut dunia ke Amerika Utara,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko belum merinci secara lengkap bentuk kebijakan kesehatan yang telah diselaraskan.
Pengumuman itu muncul setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 17 Mei 2026 menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).
WHO juga memperingatkan tingginya risiko penyebaran penyakit tersebut ke negara-negara tetangga.
Status darurat global tersebut mendorong sejumlah negara memperketat pengawasan kesehatan dan pembatasan perjalanan dari wilayah yang terdampak.
Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang mengambil langkah tegas. Pemerintah sebelumnya telah melarang warga negara asing yang dalam beberapa pekan terakhir melakukan perjalanan ke Republik Demokratik Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan untuk memasuki wilayahnya.
Pekan ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperluas kebijakan tersebut dengan memasukkan pemegang kartu izin tinggal tetap atau green card yang pernah berada di tiga negara tersebut dalam 21 hari terakhir.
Kebijakan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah AS memperketat pengawasan kesehatan menjelang kedatangan jutaan pengunjung selama Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Kanada menerapkan langkah yang lebih luas. Pemerintah Kanada melarang penduduk Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan memasuki negaranya selama 90 hari sejak 27 Mei 2026.
Selain itu, warga negara Kanada, penduduk tetap, maupun warga asing yang sebelumnya berada di wilayah terdampak namun tidak menunjukkan gejala penyakit diwajibkan menjalani karantina selama 21 hari mulai 30 Mei 2026.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh Badan Kesehatan Masyarakat Kanada sebagai bagian dari strategi pencegahan penyebaran virus Ebola.
Di sisi lain, Meksiko memilih memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk internasional. Menteri Kesehatan Meksiko, David Kershenovich, mengumumkan pengetatan prosedur pemeriksaan Ebola di bandara-bandara utama negara tersebut.
Pemerintah Meksiko juga mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan ke Republik Demokratik Kongo. Sementara pelaku perjalanan yang datang dari negara tersebut diminta menjalani karantina selama 21 hari sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit.
Langkah serentak yang diambil tiga negara tuan rumah tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap aspek kesehatan menjelang Piala Dunia 2026, yang diperkirakan akan menjadi salah satu ajang olahraga terbesar dengan jumlah penonton dan wisatawan internasional terbanyak dalam sejarah turnamen.
Sumber: Reuters

