JAKARTA, UJUNGJARI.COM – Grup B Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi panggung dominasi Swis yang datang dengan status unggulan.
Tim asuhan Murat Yakin dinilai memiliki kualitas skuad, pengalaman, serta konsistensi performa yang lebih baik dibanding tiga pesaingnya, yakni Bosnia dan Herzegovina, Kanada, dan Qatar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Swis mengusung modal impresif menjelang turnamen. Dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir, tim berjuluk La Nati selalu mampu menembus babak 16 besar. Prestasi mereka juga berlanjut di Euro 2024 dengan mencapai perempat final.
Kombinasi pemain senior dan muda membuat Swis tampil semakin solid. Pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, mereka tidak terkalahkan dalam enam pertandingan dengan catatan empat kemenangan dan dua hasil imbang.
Murat Yakin juga memiliki banyak opsi taktik berkat kedalaman skuad yang dimiliki. Formasi 4-3-3, 4-2-3-1, hingga 4-1-4-1 kerap digunakan untuk memaksimalkan permainan sayap yang menjadi salah satu kekuatan utama tim.
Nama-nama seperti Dan Ndoye, Noah Okafor, dan Ruben Vargas menjadi motor serangan dari sisi lapangan. Dukungan bek sayap yang aktif membantu ofensif membuat Swis kerap menghadirkan ancaman melalui umpan silang ke kotak penalti.
Di lini depan, Breel Embolo dan Zeki Amdouni menjadi target utama untuk menyelesaikan peluang. Sementara di sektor tengah, kehadiran Johan Manzambi memberikan alternatif baru sebagai pelapis bagi Remo Freuler dan Granit Xhaka.
“Perkembangannya sangat mengesankan. Ketika ia pertama kali dipanggil ke tim nasional musim panas lalu, kami langsung menyadari potensi luar biasa yang dimilikinya,” ujar Murat Yakin mengenai Manzambi.
Dengan kualitas permainan dan kedalaman skuad yang dimiliki, Swis diprediksi mampu melaju ke babak gugur sebagai juara grup.
Bosnia Siap Jadi Kuda Hitam
Persaingan memperebutkan satu tiket lainnya diperkirakan berlangsung sengit antara Bosnia dan Herzegovina dan Kanada.
Bosnia datang sebagai salah satu tim yang berpotensi menjadi kejutan di Grup B. Tim berjuluk The Dragons berhasil mencuri perhatian setelah menyingkirkan Italia pada final play-off Piala Dunia 2026 zona Eropa melalui adu penalti.
Pelatih Sergej Barbarez membangun tim dengan pendekatan pragmatis melalui formasi 4-4-2. Pertahanan berblok rendah menjadi kekuatan utama mereka untuk meredam serangan lawan.
Selain itu, Bosnia juga dikenal sangat berbahaya dalam situasi bola mati. Keunggulan fisik para pemain mereka sering menjadi senjata untuk memenangkan duel udara dan mencetak gol.
Kanada Andalkan Filosofi “Maplepress”
Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Kanada bertekad memanfaatkan dukungan publik untuk melangkah jauh.
Pelatih Jesse Marsch mengembangkan identitas permainan yang dikenal dengan istilah Maplepress, yakni strategi tekanan tinggi yang mengandalkan kerja keras seluruh pemain saat kehilangan bola.
Formasi 4-4-2 menjadi pilihan utama dengan Stephen Eustaquio dan Ismael Kone sebagai jangkar lini tengah.
Keduanya berperan penting dalam menjaga keseimbangan tim sekaligus mendukung transisi cepat.
“Tim kami sudah jelas. Setiap pemain mengerti apa yang kami lakukan, bagaimana kami melakukannya, dan kami akan tetap menjadi diri kami sendiri,” kata Marsch.
Duel Kanada melawan Bosnia diperkirakan menjadi salah satu laga penentu dalam perebutan tiket ke fase gugur.
Qatar Dikejar Waktu
Sementara itu, Qatar datang ke Piala Dunia 2026 dengan status nonunggulan. Wakil Asia tersebut masih berusaha bangkit setelah penampilan mengecewakan saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Perjalanan Qatar menuju putaran final juga tidak mudah karena harus melalui putaran keempat kualifikasi zona Asia sebelum memastikan tiket ke Amerika Utara.
Pelatih Julen Lopetegui yang mulai menangani tim sejak Mei 2025 masih mencari formula terbaik.
Hasil empat pertandingan terakhir belum menunjukkan perkembangan signifikan setelah menelan tiga kekalahan dan satu hasil imbang.
Kondisi tersebut membuat Qatar diprediksi menghadapi tantangan berat untuk bersaing dengan Swis, Bosnia dan Herzegovina, maupun Kanada.
Jadwal Grup B Piala Dunia 2026
13 Juni 2026, 02.00 WIB: Kanada vs Bosnia dan Herzegovina
14 Juni 2026, 02.00 WIB: Qatar vs Swis
19 Juni 2026, 02.00 WIB: Swis vs Bosnia dan Herzegovina
19 Juni 2026, 05.00 WIB: Kanada vs Qatar
25 Juni 2026, 02.00 WIB: Swis vs Kanada
25 Juni 2026, 02.00 WIB: Bosnia dan Herzegovina vs Qatar
Melihat komposisi kekuatan yang ada, Swis menjadi kandidat terkuat untuk finis sebagai juara Grup B.
Sementara satu tiket tersisa menuju babak 16 besar kemungkinan akan diperebutkan secara ketat oleh Bosnia dan Herzegovina serta Kanada, dengan Qatar berusaha menciptakan kejutan. (Int/drw)

