MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) Pengurus Kota PBSI Makassar yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Juli 2026, dinamika bursa calon Ketua Umum PBSI Makassar mulai menghangat.
Sejumlah pebulutangkis, mantan atlet, pelatih, pengurus klub, dan insan bulu tangkis di Kota Makassar mulai menggadang-gadang sejumlah figur untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBSI Makassar periode 2026-2030.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa nama yang mulai ramai diperbincangkan dan mendapat dorongan dari berbagai kalangan pecinta bulu tangkis Makassar di antaranya Herman yang dikenal sebagai dosen olahraga di Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Amir Ilyas, serta Muhammad Tahir Hamzah.
Ketiga figur tersebut dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang dapat membawa organisasi bulu tangkis Kota Makassar semakin berkembang.
Selain memiliki latar belakang yang berbeda, masing-masing juga dianggap memiliki jaringan serta komitmen dalam pembinaan olahraga, khususnya bulu tangkis.
Herman disebut memiliki pemahaman yang kuat terkait pengembangan olahraga berbasis pendidikan dan pembinaan atlet usia dini. Sementara Prof. Amir Ilyas dinilai sebagai sosok akademisi yang memiliki kemampuan manajerial dan pengalaman organisasi yang mumpuni.
Menanggapi dukungan yang mulai mengalir dari sejumlah klub dan insan bulu tangkis, Prof. Amir Ilyas mengaku siap maju apabila mendapat dukungan dari klub-klub anggota PBSI Makassar.
“Kalau saya didukung klub, saya maju,” ujar Prof. Amir Ilyas saat dimintai tanggapannya terkait namanya yang mulai disebut-sebut dalam bursa calon Ketua Umum PBSI Makassar.
Diketahui, Prof Amir yang akrab disapa “Pak Prof” bukanlah nama baru dalam dinamika organisasi bulu tangkis Kota Makassar.
Pada periode sebelumnya, ia juga sempat menjadi salah satu bakal calon Ketua Umum PBSI Makassar dan mendapat dukungan dari sejumlah klub.
Sementara itu, Muhammad Tahir Hamzah dikenal sebagai legenda bulu tangkis Makassar yang telah lama berkecimpung dalam dunia bulu tangkis, baik sebagai atlet maupun pengurus.
Pengalamannya di lingkungan PBSI menjadi salah satu alasan namanya banyak disebut layak memimpin organisasi tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini proses penjaringan bakal calon masih berlangsung. Tahapan pengambilan formulir bakal calon Ketua Umum PBSI Makassar dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 12 Juni 2026 di Sekretariat PBSI Makassar.
Muskot PBSI Makassar tahun ini diperkirakan akan berlangsung menarik karena menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembinaan dan prestasi bulu tangkis Kota Makassar untuk beberapa tahun ke depan.
Sejumlah klub dan pemangku kepentingan bulu tangkis berharap sosok yang terpilih nantinya mampu membawa PBSI Makassar semakin berprestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Prof Amir Ilyas Dinilai Punya Kapasitas Besar Nahkodai PBSI Makassar
Salah satu pemerhati bulutangkis Makassar, Thamrin Mensa, menilai sosok Prof Amir Ilyas sangat cocok untuk menakhodai PBSI Kota Makassar.
Menurut Thamrin, Prof Amir memiliki kapasitas, pengalaman organisasi, serta kepedulian yang besar terhadap pembinaan bulutangkis di Makassar.
Selama ini, Amir Ilyas dikenal aktif dalam kegiatan pembinaan atlet melalui klub bulutangkis dan kerap memberikan perhatian terhadap perkembangan olahraga tepok bulu di daerah.
“Prof Amir Ilyas memiliki pengalaman, jaringan, dan komitmen yang kuat terhadap kemajuan bulutangkis. Beliau juga memahami kebutuhan klub dan pembinaan atlet usia dini. Saya melihat beliau sangat layak memimpin PBSI Makassar ke depan,” ujar Thamrin.
Thamrin menambahkan, PBSI Makassar membutuhkan figur yang mampu menyatukan seluruh elemen bulutangkis, mulai dari klub, pelatih, atlet hingga para pemerhati olahraga agar prestasi bulutangkis Makassar semakin berkembang.
Amir Ilyas sendiri bukan nama baru di lingkungan perbulutangkisan Makassar. Ia dikenal sebagai pembina klub bulutangkis dan pernah menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam kontestasi kepemimpinan PBSI Makassar sebelumnya.
Selain aktif di dunia olahraga, Amir juga merupakan akademisi yang memiliki pengalaman memimpin berbagai organisasi.
Menjelang pembukaan pendaftaran calon Ketua Umum PBSI Makassar, dukungan terhadap sejumlah figur terus bermunculan. Sejumlah klub dan insan bulutangkis pun mulai menyuarakan harapan agar kepemimpinan PBSI ke depan mampu membawa prestasi bulutangkis Makassar kembali bersaing di tingkat regional maupun nasional. (drw)

