SINJAI, UJUNGJARI.COM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai menegaskan komitmennya dalam mengawal dan melestarikan warisan budaya lokal. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui keterlibatan aktif lembaga legislatif dalam prosesi sakral Mattompang Pusaka yang berlangsung khidmat di Benteng Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara.
Dalam prosesi tersebut, Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman secara langsung ikut serta melakukan ritual pencucian bilah pusaka. Kehadiran unsur pimpinan eksekutif dan legislatif ini menjadi representasi kuat bahwa negara dan daerah hadir untuk menjaga tatanan adat serta nilai-nilai leluhur Bumi Panrita Kitta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tradisi Mattompang Pusaka dinilai memiliki esensi mendalam yang melampaui ritual pembersihan fisik benda-benda bersejarah. Prosesi ini membawa pesan filosofis tentang kehormatan, keberanian, dan persatuan yang menjadi pondasi sosial masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Sebagai Ketua DPRD, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga warisan budaya ini. Tradisi Mattompang Pusaka adalah identitas kita, yang harus kita rawat bersama agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tegas Andi Jusman.
Melalui fungsi kelembagaannya, DPRD Sinjai memastikan akan terus membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah serta seluruh komunitas adat. Penguatan regulasi dan dukungan anggaran terhadap program kebudayaan ke depan diharapkan dapat mengoptimalkan potensi tradisi lokal agar memiliki nilai tambah.
Selain sebagai upaya merawat sejarah, legislatif melihat tradisi tahunan ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sektor wisata budaya unggulan. Dengan pengemasan yang baik, pelestarian adat mampu menggerakkan roda perekonomian dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat lokal.
“Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah. Dengan menjadikan tradisi sebagai daya tarik wisata, kita bisa memperkenalkan Sinjai ke dunia sekaligus menjaga akar budaya kita,” ujarnya.
DPRD Sinjai berharap sinergi yang terbangun antara pemerintah, lembaga legislatif, tokoh adat, serta komunitas kemasyarakatan dapat terus dipertahankan. Kebersamaan ini menjadi modal utama untuk memastikan jati diri dan kebudayaan asli Kabupaten Sinjai tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang. (ADV)

