MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Klub bulutangkis yang memberikan dukungan kepada lebih dari satu bakal calon Ketua Umum PBSI Kota Makassar berpotensi kehilangan hak dukungannya dalam Musyawarah Kota (Muskot) PBSI Makassar.
Pengamat organisasi bulutangkis Makassar, Thamrin Mensa, menegaskan bahwa setiap klub pemilik suara harus konsisten terhadap surat dukungan yang telah diberikan kepada bakal calon tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, apabila ditemukan adanya dukungan ganda dari klub yang sebelumnya telah mengeluarkan surat dukungan resmi kepada salah satu kandidat, maka dukungan tersebut dapat dinyatakan tidak sah.
“Jika ada klub yang memberikan dukungan kepada dua calon berbeda, maka klub yang bersangkutan berpotensi dicoret dan dukungannya untuk kedua calon dapat digugurkan,” kata Thamrin, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme pencalonan dalam Muskot PBSI Makassar telah diatur secara jelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBSI serta ketentuan pelaksanaan musyawarah.
Menurut Thamrin, aturan tersebut dibuat untuk menjaga integritas proses pencalonan dan menghindari terjadinya konflik kepentingan di tingkat klub pemilik suara.
“Tidak boleh ada surat dukungan ganda kepada calon Ketua Umum PBSI Makassar. Aturan ini sudah diatur dalam AD/ART PBSI dan menjadi bagian dari ketentuan pelaksanaan Muskot,” tegasnya.
Thamrin menilai panitia penjaringan dan penyaringan calon nantinya harus melakukan verifikasi secara cermat terhadap seluruh dokumen dukungan yang masuk.
Langkah itu penting agar tidak terjadi sengketa maupun polemik terkait keabsahan dukungan klub menjelang pelaksanaan Muskot.
Ia berharap seluruh klub peserta Muskot dapat menjunjung tinggi sportivitas organisasi dengan memberikan dukungan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.
“Klub-klub harus menjaga komitmen organisasi. Setelah memberikan dukungan resmi kepada satu calon, maka dukungan tersebut tidak boleh dialihkan atau diberikan lagi kepada calon lainnya,” ujarnya.
Muskot PBSI Makassar sendiri dijadwalkan berlangsung pada 5 Juli 2026 untuk memilih Ketua Umum PBSI Kota Makassar periode 2026-2030. Sejumlah nama telah mulai melakukan konsolidasi dan menggalang dukungan dari klub-klub pemilik suara menjelang tahapan pencalonan resmi. (drw)

