JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menjaga stabilitas harga telur mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.
Dalam audiensi bersama peternak petelur nasional, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif memaparkan strategi daerahnya yang dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak, pedagang, dan konsumen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan Menteri Pertanian, Syaharuddin menjelaskan bahwa Sidrap sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia Timur memiliki populasi ayam petelur sekitar 6 juta ekor dari total sekitar 20 juta ekor di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan menjaga stabilitas harga adalah pelaksanaan rapat rutin mingguan yang mempertemukan peternak dan pedagang dengan difasilitasi pemerintah daerah. Pertemuan tersebut digelar setiap malam Rabu dan malam Sabtu untuk menyepakati harga telur yang akan berlaku.
“Harga ditetapkan bersama antara peternak kecil, menengah, besar dan para pedagang. Setelah disepakati, harga tersebut dipublikasikan melalui media sosial, videotron, dan berbagai saluran informasi lainnya sehingga menjadi acuan harga di wilayah Indonesia Timur,” ujar Syaharuddin.
Ia mengungkapkan, sistem tersebut telah berjalan selama lebih dari satu tahun dan terbukti mampu menciptakan iklim usaha yang sehat. Peternak memperoleh keuntungan yang layak, pedagang tetap mendapatkan margin usaha, sementara masyarakat memperoleh produk berkualitas dengan harga yang terjaga.
“Selama kurang lebih satu tahun empat bulan, peternak untung dan pedagang juga untung. Memang belakangan serapan sedikit menurun, tetapi kami terus melakukan evaluasi dan rapat rutin agar harga tetap stabil,” jelasnya.
Syaharuddin menambahkan, komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi pasar telur di kawasan Indonesia Timur agar tetap kondusif dan tidak mengalami gejolak harga yang signifikan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut langkah yang diterapkan Pemkab Sidrap layak menjadi contoh bagi daerah sentra produksi telur lainnya di Indonesia.
“Sidrap adalah salah satu contoh positif yang bisa diadopsi oleh daerah-daerah lain yang menjadi sentra produksi telur,” kata Amran.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga mengumumkan sejumlah kebijakan pemerintah untuk melindungi peternak petelur nasional dari kerugian akibat anjloknya harga telur di tingkat produsen.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong seluruh pengumpul dan pembeli telur agar mematuhi harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp26.500 per kilogram. Selain itu, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan jagung melalui program stabilisasi pakan guna menekan biaya produksi peternak.
Tak hanya itu, Kementerian Pertanian telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan penyerapan telur dalam program pemenuhan gizi masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan permintaan dan menjaga harga telur tetap menguntungkan bagi peternak.
Amran juga menegaskan komitmennya untuk melindungi usaha peternakan rakyat dengan mengusulkan pembatasan investasi baru pada sektor budidaya ayam petelur agar tidak mengganggu keberlangsungan usaha peternak lokal.
“Kita harus menjaga ekonomi rakyat kecil agar tetap berkelanjutan. Peternak Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan nasional bahkan surplus hingga bisa mengekspor ke negara lain,” tegasnya.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, khususnya model yang diterapkan Kabupaten Sidrap, diharapkan stabilitas harga telur nasional dapat terus terjaga sekaligus memberikan kepastian usaha bagi jutaan peternak di seluruh Indonesia. (Wan)

