MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Persaingan menuju Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Makassar yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Juli 2026 semakin memanas.
Dua bakal calon ketua umum yang akan bertarung sama-sama mengklaim memiliki peluang besar untuk memenangkan kontestasi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah dinamika dukungan dari klub-klub anggota PBSI Makassar, pemerhati bulutangkis Makassar, Thamrin Mensa, menilai Prof Amir Ilyas sebagai kandidat terkuat dalam perebutan kursi Ketua Umum PBSI Kota Makassar.
“Prof Amir calon kuat, beliau yang jadi,” kata Thamrin Mensa kepada ujungjari.com, belum lama ini.
Menurutnya, Prof Amir memiliki peluang besar untuk meraih dukungan mayoritas pemilik suara dalam Muskot mendatang. Namun, Thamrin enggan mengungkap secara rinci strategi maupun peta dukungan yang diyakininya menjadi modal kemenangan Prof Amir.
“Tidak perlu saya jelaskan, intinya beliau akan duduk sebagai ketua,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai dasar keyakinannya tersebut, Thamrin memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia menilai tidak etis untuk membuka berbagai dinamika yang tengah berlangsung menjelang pelaksanaan Muskot.
“Tidak etis saya sampaikan,” tambahnya.
Sementara itu, kubu bakal calon Ketua Umum PBSI Makassar lainnya, Herman Sayuti, juga menunjukkan optimisme tinggi menghadapi Muskot.
Tim pendamping Herman Sayuti, Iccang, beberapa waktu lalu secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa Herman akan terpilih sebagai Ketua PBSI Kota Makassar periode mendatang.
Menurut Iccang, keyakinan tersebut didasarkan pada dukungan mayoritas klub anggota yang telah memberikan rekomendasi resmi kepada Herman Sayuti.
Bahkan, pihaknya mengklaim telah mengamankan dukungan 23 klub pemilik hak suara yang akan menentukan hasil pemilihan dalam Muskot.
“Kami sangat optimistis. Mayoritas klub sudah memberikan dukungan resmi kepada Pak Herman. Saat ini kami mengklaim telah mengunci 23 klub pemilik suara,” ujar Iccang.
Dengan klaim dukungan yang disampaikan kedua kubu, persaingan menuju Muskot PBSI Makassar diprediksi akan semakin menarik. Namun demikian, seluruh dukungan yang disampaikan masing-masing pihak masih akan melalui proses verifikasi dan validasi oleh tim penjaringan sebelum ditetapkan secara resmi.
Muskot PBSI Makassar sendiri menjadi momentum penting untuk menentukan arah pembinaan dan pengembangan olahraga bulutangkis di Kota Makassar dalam beberapa tahun ke depan.
Pemilihan yang akan digelar pada 5 Juli mendatang kini menjadi perhatian klub-klub anggota dan insan bulutangkis di Kota Makassar. (drw)

