GOWA, UJUNGJARI.COM — Sebanyak 36 SSB (Sekolah Sepak Bola) se Kabupaten Gowa ikut dalam turnamen Kapolres Gowa Cup yang digelar Polres Gowa jelang HUT Bhayangkara ke-80 tahun.

Turnamen yang mengangkat dua kategori yakni U-10 dan U-12 ini resmi dibuka pada Senin (15/6) sore di lapangan sepak bola Syekh Yusuf kawasan RTH Discovery Gowa di Sungguminasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada prosesi pembukaan Senin sore kemarin, Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman berharap kompetisi sepak bola usia anak-anak dan remaja ini menjadi ajang pencarian bakat pesepak bola handal Gowa.

Kapolres Gowa yang hadir didampingi Ketua Bhayangkari Gowa Dessy Aldy dan Ketua Askap PSSI Gowa Mohammad Yanuar Iswandi menegaskan, pelaksanaan turnamen ini mendapat dukungan penuh dari PSSI Kabupaten Gowa dan Pemkab Gowa melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.

Ada hal unik dilakukan panitia pelaksana saat prosesi pembukaan dimana Kapolres Gowa masuk di area lapangan menunggangi kuda. Setelah turun dari kuda, rombongan Kapolres Gowa juga disambut tradisi Aru Tubarani (penyambutan tamu khas suku Makassar, red) serta pertunjukan seni Paraga yang menjadi ciri khas budaya Kabupaten Gowa.

“Alhamdulillah kegiatan kejuaraan Kapolres Gowa Cup ini bisa kami lakukan semoga berjalan lancar selama turnamen,” kata AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.

Dikatakan Kapolres Gowa, turnamen ini mempertandingkan dua kelompok usia yakni usia 10 dan 12 tahun diikuti seluruh SSB se-Gowa.

Perwira menengah berpostur tinggi ini menyebutkan, kejuaraan tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus membuka peluang bagi para pemain muda berprestasi.

“Kami ingin membantu dan memfasilitasi anak-anak yang meraih juara. Piagam yang ditandatangani Ketua PSSI dan Kadispora diharapkan bisa berguna untuk masuk sekolah melalui jalur prestasi,” tandas Kapolres Gowa.

Alasannya, selama Juni dan Juli ini merupakan masa penerimaan peserta didik baru sehingga piagam kejuaraan diharapkan dapat dimanfaatkan para atlet muda.

Pria kelahiran tanah Jawa ini pun sangat mengapresiasi penggunaan ornamen adat Makassar dalam pembukaan turnamen tersebut. Tujuannya kata AKBP Muhammad Aldy agar anak-anak memahami adat dan budaya Kabupaten Gowa sehingga budaya bisa terus dilestarikan.

Meski demikian, Kapolres Gowa tetap mengingatkan agar selama turnamen ini, para tim pemain maupun official dan pelatih menjunjung tinggi sportivitas. Sebab tambah kapolres, kejuaraan ini menjadi ajang pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial sejak usia dini.

Ketua Askap PSSI Gowa Mohammad Yanuar Iswandi mengatakan pembinaan pemain akan terus dilakukan melalui format kompetisi liga melibatkan seluruh club dan SSB di Kabupaten Gowa.

“Ke depan pembinaan tetap dilakukan dalam bentuk liga sehingga semua klub di Gowa bisa berkompetisi dan dilakukan evaluasi pertandingan,” papar Yanuar.

Disebutkannya, untuk Kapolres Gowa Cup ini diikuti 36 tim SSB masing-masing 16 tim untuk U-10 dan 20 tim kategori U-12. Kesemua tim berasal dari SSB yang ada di Kabupaten Gowa. Total hadiah disiapkan panitia untuk dua kategori sebesar Rp10 juta.

Selama turnamen berlangsung, panitia pelaksana dibackup tim medis dari Biddokkes Polres Gowa serta Puskesmas Somba Opu. –