MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Dinamika pemilihan Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Makassar mengalami perubahan signifikan.
Salah satu bakal calon yang sebelumnya diperkirakan akan meramaikan bursa pemilihan, Prof Amir, dipastikan batal melanjutkan proses pencalonannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan tersebut disampaikan Ketua Tim Pemenangan Prof Amir, H. Dinar, setelah melakukan komunikasi dan koordinasi langsung dengan yang bersangkutan.
Menurutnya, padatnya aktivitas akademik di kampus serta agenda perjalanan luar negeri yang telah terjadwal jauh hari menjadi alasan utama Prof Amir tidak mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua PBSI Makassar.
“Setelah kami berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Prof Amir, tim bersama beliau telah mengambil keputusan untuk tidak mengembalikan formulir pendaftaran. Kesibukan beliau di kampus dan jadwal ke luar negeri tidak memungkinkan untuk mengikuti seluruh tahapan yang ada,” ujar H. Dinar saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, jadwal keberangkatan Prof Amir ke luar negeri bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) PBSI Makassar. Sementara kehadiran bakal calon dalam agenda tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam proses pencalonan.
“Beliau sudah menyampaikan langsung kepada tim bahwa formulir tidak perlu lagi dikembalikan. Jadwal keberangkatan ke luar negeri sudah tidak bisa diubah, sementara waktunya bertepatan dengan pelaksanaan Muskot,” tambahnya.
Mundurnya Prof Amir dari bursa pencalonan membuat peta persaingan menuju kursi Ketua PBSI Makassar berubah. Hingga batas akhir pengembalian formulir, hanya tersisa satu kandidat yang melanjutkan proses pencalonan, yakni Herman Sayuti.
Dengan kondisi tersebut, Herman Sayuti menjadi satu-satunya nama yang tercatat mengembalikan formulir pendaftaran dan berpeluang besar memimpin PBSI Makassar pada periode mendatang.
Meski hanya menyisakan satu kandidat, seluruh tahapan Muskot tetap akan berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan dalam AD/ART dan PO PBSI
Keputusan Prof Amir untuk fokus pada tanggung jawab akademik dan agenda internasionalnya sekaligus menutup spekulasi mengenai persaingan dalam pemilihan Ketua PBSI Makassar tahun ini.
Sementara itu, perhatian para insan bulutangkis Makassar kini tertuju pada pelaksanaan Muskot yang akan menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. (rhm)

