MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Penantian panjang dunia pendidikan Kota Makassar akhirnya terjawab. Hampir 400 kepala sekolah tingkat SD dan SMP resmi dikukuhkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Lapangan Karebosi, Selasa (23/6/2026).

Momen bersejarah ini bukan sekadar seremoni pelantikan, tetapi menjadi penanda berakhirnya kekosongan jabatan kepala sekolah definitif yang selama bertahun tahun diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak pagi, ratusan kepala sekolah yang akan dikukuhkan tampak memenuhi Lapangan Karebosi dengan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) berwarna hitam. Ada pemandangan menarik yang membedakan kepala sekolah SD dan SMP perempuan. Kepala sekolah SD negeri mengenakan hijab berwarna merah muda (pink), sementara kepala sekolah SMP tampil dengan hijab biru, menciptakan nuansa warna yang khas dalam prosesi tersebut.

Namun, di balik suasana khidmat, prosesi pengukuhan juga diwarnai haru. Sejumlah guru yang hadir tampak meneteskan air mata. Isak tangis pecah saat mereka harus berpisah dengan kepala sekolah sebelumnya yang berganti tugas dan posisi.

Dalam sambutannya, Munafri mengaku bahagia karena salah satu persoalan besar dalam dunia pendidikan Makassar akhirnya dapat diselesaikan.

“Saya bahagia karena apa yang menjadi persoalan kita untuk memastikan kepala sekolah terisi secara definitif akhirnya bisa dilaksanakan saat ini,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Jabatan ini mengandung tanggung jawab yang sangat besar. Tanggung jawab ini bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tugas ini sangat mulia, jangan dikotori dengan perbuatan yang tidak senonoh,” tegasnya.

Munafri menyebut para kepala sekolah sebagai wajah pendidikan Kota Makassar. Menurutnya, kepala sekolah merupakan figur panutan yang akan menentukan arah dan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing.

“Kalian adalah cerminan wajah pendidikan Kota Makassar. Kalian adalah panutan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengukuhan kali ini menjadi catatan sejarah baru karena pelantikan kepala sekolah kembali dilaksanakan setelah sekitar satu dekade tidak dilakukan secara definitif.

“Kita hari ini mencatat sejarah baru. Pengukuhan kepala sekolah ini kembali dilaksanakan setelah kurang lebih 10 tahun,” ucapnya.

Menurut Munafri, proses seleksi kepala sekolah berlangsung ketat dan melewati berbagai tahapan. Salah satu kendala yang selama ini menyebabkan keterlambatan pengukuhan adalah persoalan validitas dan sinkronisasi data.

Karena itu, ia memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan data sekolah. Ia meminta seluruh kepala sekolah yang baru dilantik menjadikan validasi data sebagai prioritas utama.

“Saya tuntut keseriusan penuh untuk memperbaiki data agar valid. Jadikan itu tugas prioritas pertama di sekolah,” pesannya.

Selain itu, Munafri juga memberi instruksi tegas terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia meminta seluruh kepala sekolah mengawal proses penerimaan siswa secara jujur, transparan, dan bebas dari praktik titip-menitip maupun transaksi yang merugikan hak peserta didik.

“Saya tidak mau mendengar budaya titip-menitip dan tindakan transaksional yang akan mencederai anak-anak kita. Berikan hak anak Makassar untuk menerima pendidikan yang adil,” tegasnya.

Tak hanya soal administrasi dan penerimaan siswa, Munafri juga menaruh perhatian pada kenyamanan lingkungan sekolah. Ia meminta sekolah menjadi ruang yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan (bullying), serta memastikan tidak ada lagi anak Makassar yang putus sekolah.

Pada kesempatan itu, ia turut menitipkan program kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Munafri menginginkan budaya memilah sampah diterapkan sejak dini di seluruh sekolah.

“Saya mau di sekolah seluruh tempat sampahnya sudah terbagi. Kalau perlu anak-anak diajarkan membawa dan memilah sampah organik maupun anorganik. Budaya ini harus hadir di sekolah,” tandasnya.

Dengan pengukuhan ratusan kepala sekolah definitif ini, Pemerintah Kota Makassar berharap lahir kepemimpinan baru yang mampu memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan tata kelola sekolah, serta mencetak generasi emas yang siap menghadapi tantangan masa depan. (rhm)