MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Luwu Timur selalu menjadi daya tarik dalam setiap event pameran dan expo. Itu karena daerah ini rajin menampilkan dan memamerkan kerajinan dan produk khas yang berkualitas.

Salah satu produk kerajinan Luwu Timur yang tidak pernah pernah absen dalam setiap pameran adalah kain taipa. Hasil tenunan khas Lutim ini makin primadona. Termasuk di ajang pameran dalam rangka Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Mall Trans Studi Makassar beberapa hari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa itu kain taipa? Kain taipa adalah kain tenun khas yang berasal dari Suku Taipa di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.

Suku Taipa (atau To Taipa) sendiri merupakan komunitas adat yang mendiami pesisir Danau Matano. Tepatnya di Kampung Taipa, Sorowako. Suku ini terkenal dengan warisan budaya dan artefak sejarahnya yang erat dengan peradaban Danau Matano.

Keunikan kain taipa terletak pada motifnya yang terinspirasi dari peninggalan sejarah di dasar Danau Matano seperti sebaran gerabah, tembikar, dan senjata tajam.

Dari beberapa referensi ditemukan bahwa motif taipa merupakan hasil karya leluhur Suku Taipa yang dilestarikan oleh pemerintah desa setempat dan lembaga adat Taipa.

Kain ini sering dikenakan oleh tokoh daerah dalam acara penting, seperti yang pernah dipakai oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam pada acara INACRAFT dan berbagai acara lainnya.

Kain taipa juga memiliki ragam produk. Selain kain lembaran, desain Taipa juga diaplikasikan ke berbagai produk kerajinan lokal seperti tas (coker kreasi) dan aksesoris bros taipa.

Kain ini menjadi salah satu kebanggaan identitas kultural dan pendorong ekonomi kreatif di Luwu Timur.