UJUNGJARI.COM – Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026) dini hari WITA.

Kedua tim sama-sama tampil impresif sepanjang turnamen dan berhasil melewati tujuh pertandingan untuk mencapai partai puncak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laga ini juga menjadi pertemuan kedua Spanyol dan Argentina dalam sejarah Piala Dunia. Sebelumnya, kedua negara hanya pernah bertemu pada edisi 1966, ketika Argentina menang 2-1. Setelah penantian selama 60 tahun, duel keduanya kembali tersaji di panggung terbesar sepak bola dunia.

Berdasarkan statistik resmi FIFA, Argentina tampil lebih tajam dalam urusan mencetak gol. Tim asuhan Lionel Scaloni telah mengoleksi 19 gol dan 12 assist sepanjang turnamen, sedangkan Spanyol mencetak 13 gol dengan 9 assist.

Menariknya, Spanyol justru lebih sering melepaskan tembakan dengan total 120 percobaan, dibanding Argentina yang mencatatkan 113 percobaan. Namun efektivitas La Albiceleste jauh lebih baik.

Argentina membukukan 46 tembakan tepat sasaran dengan konversi gol mencapai 17 persen, sementara Spanyol hanya memiliki tingkat konversi 11 persen.

Ketajaman Argentina tak lepas dari peran Lionel Messi. Kapten La Albiceleste itu memimpin daftar top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan koleksi delapan gol dan empat assist.

Dalam aspek penguasaan permainan, kedua tim juga menunjukkan kualitas luar biasa. Argentina menjadi tim dengan jumlah operan terbanyak di turnamen, yakni 4.772 umpan, sementara Spanyol berada tepat di belakangnya dengan 4.592 umpan.

Kedua tim sama-sama memiliki akurasi operan 91 persen, tertinggi di Piala Dunia 2026. Meski demikian, gaya bermain keduanya berbeda. Spanyol lebih banyak mengandalkan serangan dari sisi sayap dengan 154 umpan silang, sedangkan Argentina lebih sering membangun serangan melalui lini tengah.

Dominasi distribusi bola Spanyol juga tercermin dari performa para pemainnya. Rodri, Aymeric Laporte, dan Pau Cubarsi menjadi tiga pemain dengan jumlah operan terbanyak sepanjang turnamen.

Di kubu Argentina, Leandro Paredes dan Enzo Fernandez menyusul di posisi berikutnya dengan akurasi operan di atas 93 persen.

Jika Argentina unggul dalam produktivitas gol, maka Spanyol tampil jauh lebih solid di sektor pertahanan.

La Furia Roja baru kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia 2026. Sebaliknya, Argentina telah tujuh kali memungut bola dari gawangnya.

Keunggulan Spanyol juga terlihat dalam kemampuan merebut kembali penguasaan bola. Rata-rata mereka hanya membutuhkan 80,66 detik untuk melakukan ball recovery, sedangkan Argentina memerlukan 106,41 detik.

Selain itu, Spanyol mencatatkan 343 forced turnovers, lebih banyak dibandingkan Argentina yang membukukan 297. Statistik ini menunjukkan efektivitas pressing tim asuhan Luis de la Fuente dalam memutus serangan lawan.

Di sisi lain, Argentina menjadi tim dengan catatan pelanggaran terbanyak sepanjang Piala Dunia 2026. La Albiceleste telah melakukan 88 pelanggaran dan menerima sembilan kartu kuning.

Spanyol juga tampil agresif dengan 80 pelanggaran dan enam kartu kuning. Meski demikian, kedua tim sama-sama belum menerima kartu merah selama turnamen berlangsung.

Melihat keseluruhan statistik, final Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi pertarungan antara lini serang Argentina yang sangat efektif melawan pertahanan kokoh Spanyol. Kehadiran Lionel Messi menjadi ancaman utama bagi La Furia Roja, sementara organisasi permainan dan disiplin bertahan Spanyol menjadi modal besar untuk memburu gelar juara dunia. (int/drw)