MAKASSAR, UJUNGJARI – Praktisi pendidikan Apriadi Zamad mengatakan, taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar tidak hanya dituntut menguasai teknologi maritim, tetapi juga harus siap dengan transformasi ilmu pengetahuan di berbagai bidang. Kata dia, taruna PIP memikul tanggung jawab besar untuk merespons setiap perubahan zaman.
“Secara disiplin, taruna PIP lebih siap dengan tantangan global. Mereka punya modal kuat. Tapi mereka juga harus siap dengan transformasi iptek,” ujar Apriadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, apa yang dicapai PIP adalah buah dari berbagai inovasi yang mereka lakukan. PIP terus mengembangkan diri menjadi kampus bertaraf internasional.
“Kita percaya bahwa PIP telah melahirkan banyak insan pelayaran yang andal. Mereka terbukti bisa berkompetisi di luar negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut Apriadi, PIP tidak boleh berpuas diri. Harus terus berbenah dan berinovasi agar lahir taruna pelayaran yang andal di masa depan.
“Sudah banyak lahir ahli-ahli pelayaran dari PIP. Tetapi kita tidak boleh berhenti sampai di situ. Harus terus berbenah,” katanya.
Keberadaan PIP sejalan dengan filosofi orang-orang Bugis-Makassar yang terkenal sebagai pelaut andal sejak masa lampau.
“Kita bangga karena PIP menjadi salah satu kampus pelayaran terbaik di Indoensia. Ini bukan saja karena keunggulan akademiknya secara internal, tetapi PIP banyak melahirkan alumni yang tersebar di berbagai sektor pelayanan,” ucapnya.
Apriadi berharap semakin banyak putra putra Makassar yang masuk ke PIP. Ia mengatakan alumni PIP bisa dengan mudah diterima di dunia kerja karena kompetensi mereka.

