BANTAENG,UJUNGJARI.COM–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik PPA Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja Sosialisasi Literasi Keuangan dan Manajemen Risiko Usaha bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Bantaeng, bertempat di Aula Kantor Desa Biangloe, Kecamatan Pa’Jukukang, Kabupaten Bantaeng, Senin (20/07).

Kegiatan sengaja dijadwalkan pukul 13.00 WITA karena mengingat peserta berprofesi sebagai petani dan pekebun menyesaikan aktivitas ladang menjelang siang hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahasiswa KKNT Pemberdayaan Perempuan dan Anak melaksanakan program ini guna mendukung pencapaian SDGs poin 1 tentang Tanpa Kemiskinan, poin 5 tentang Kesetaraan Gender, dan poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Kegiatan ini diadakan agar dapat meningkatkan pemahaman perempuan pekerja informal desa mengenai konsep dasar melek finansial dan persiapan hari tua, memberikan edukasi identifikasi dan pengelolaan risiko keuangan UMKM serta mengenalkan dan mendorong kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan sebagai instrument perlindungan kerja.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan, Isra memberikan apresiasi bagi mahasiswa KKN yang memberikan edukasi manajemen keuangan kepada pekerja desa.

“Menariknya, mahasiswa KKN juga berinisiatif mengundang kami BPJS Ketenagakerjaan untuk berbagi informasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan social ketenagakerjaan,” katanya.

Kegiatan ini turut didukung oleh Kepala Desa Biangloe dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Biangloe, serta diikuti oleh warga desa. Materi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan turut dipaparkan langsung oleh perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bantaeng, serta sesi tanya jawab yang dijawab langsung oleh Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Muhammad Amin Rais, S.IP., M.AP, Kepala Desa Biangloe turut menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Saya mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tinggi pada anak kkn yang mengagendakan program kerja ini. Saya sangat tertarik dengan tema teman-teman KKN hari ini, karena sangat relevan dengan ibu-ibu karena mengurus keuangan keluarga. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini didasari dengan melihat fenomena atau masalah di desa dan masalah yang ada yaitu hanya 54% warga Indonesia yang paham literasi keuangan, jadi sangat linear dengan materi hari ini. Saya sangat mengapresiasi karena teman-teman KKN bisa menangkap fenomena ini,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap Perempuan pekerja informal di Desa Biangloe semakin sadar terkait pentingan pengelolaan keuangan dan mampu mengelola risiko usaha secara mandiri, sekaligus mendorong perluasan kepesertaan jaminan social ketenagakerjaan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat desa yang berkelanjutan.