SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima kunjungan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Soppeng di Ruang Kerja Kantor Bupati Soppeng, Rabu (29/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 yang diperingati setiap 22 Oktober.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan FKPP Soppeng dipimpin Ketua FKPP Soppeng, Najamuddin, S.Ag., M.Pd.I. Turut hadir sejumlah pimpinan pondok pesantren, di antaranya H. Muh. Taslim Basri Daud, Lc. selaku Pimpinan Ponpes Yasrib Soppeng, H. A. Darwis, S.Ag., M.Ag. dari Kementerian Agama Soppeng, KM. Sulaeman, S.Pd.I. Pimpinan Ponpes Pergi Ganra, serta H. Supriadi, Lc. Wakil Pimpinan DDI Pattojo.
Dalam kesempatan itu, Najamuddin mengatakan kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyampaikan agenda besar pesantren di Kabupaten Soppeng.
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan rencana pelaksanaan Hari Santri. Kami juga berharap Bupati Soppeng dapat hadir pada kegiatan tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pengembangan pendidikan pesantren selama ini.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap pesantren di Soppeng. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkembang,” katanya.
Najamuddin menjelaskan, peringatan Hari Santri tahun ini akan dilaksanakan secara bertahap di setiap kecamatan. Kegiatan perdana direncanakan digelar di Kecamatan Marioriawa sebelum berlanjut ke wilayah lainnya.
Menurutnya, rangkaian kegiatan akan melibatkan santri, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta masyarakat sebagai upaya memperkuat syiar Islam dan menegaskan peran santri dalam mendukung pembangunan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Suwardi Haseng menyambut baik rencana FKPP Soppeng dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk terus mendukung perkembangan pondok pesantren.
“Pesantren punya peran besar dalam membentuk anak-anak kita, bukan hanya dari sisi ilmu agama tapi juga akhlaknya. Pemerintah daerah tentu akan terus memberi perhatian agar pesantren di Soppeng bisa berkembang dengan baik,” kata Suwardi.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren semakin kuat sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembentukan karakter dan moral generasi muda di Kabupaten Soppeng. (Daus)


