SOPPENG, UJUNGJARI.COM – AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Soppeng setelah serah terima jabatan pada 3 Agustus 2026. Ia menggantikan AKBP Aditya Pradana.

Belum lama menjalankan tugas di Bumi Latemmamala, AKBP Hari Budiyanto langsung membangun komunikasi dengan insan pers. Kamis (14/8/2026), untuk pertama kalinya ia menggelar coffee morning dan dialog interaktif bersama puluhan wartawan serta organisasi pers di Kabupaten Soppeng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan tersebut menjadi salah satu langkah awal Kapolres dalam memperkuat kemitraan dengan media sekaligus membuka ruang komunikasi dan menerima masukan terkait situasi keamanan maupun persoalan sosial di daerah.

AKBP Hari Budiyanto lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 19 Desember 1981. Perwira menengah Polri ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006.

Sebelum dipercaya memimpin Polres Soppeng, ia menjabat sebagai Kapolres Enrekang, Sulawesi Selatan. Kariernya di tubuh Polri telah melewati berbagai penugasan strategis.

Perjalanan dinasnya antara lain dimulai sebagai Perwira Pertama di Polres Lingga, Kepulauan Riau. Ia kemudian dipercaya menjabat Kanit Reskrim Polsek Batu Aji hingga Kanit 2 Subdit III Dittipidter Bareskrim Polri.

Dalam menjalankan tugasnya di Soppeng, AKBP Hari Budiyanto didampingi sang istri, Ny. Anie Hari Budiyanto, yang kini aktif sebagai Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng.

Bawa Komitmen “Setia Presisi”

Memimpin Polres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto membawa strategi kebijakan melalui komitmen “Setia Presisi”, yakni mewujudkan kepolisian yang prediktif, responsibilitas, transparan dan berkeadilan.

Baginya, tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan selama seluruh pihak memiliki keyakinan, kemauan dan membangun kerja sama yang baik.

“Intinya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, tergantung dari keyakinan kita. Tidak ada yang hebat tanpa kerja sama yang baik,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai kemitraan dengan media memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Makanya kami butuh kemitraan dengan media untuk memberikan informasi. Tolong dibantu kami,” pintanya.

AKBP Hari Budiyanto optimistis berbagai tantangan di Kabupaten Soppeng dapat dihadapi sepanjang seluruh elemen memiliki komitmen bersama untuk pembangunan daerah dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Perkuat Koordinasi dengan Forkopimda

Langkah awal kepemimpinannya di Soppeng juga diarahkan pada penguatan koordinasi eksternal.

Sebelum bertemu dengan insan pers, Kapolres telah melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Soppeng.

Ia telah berkoordinasi dengan Bupati Soppeng, Wakil Bupati, serta pimpinan DPRD Soppeng. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung program pembangunan daerah.

“Tidak ada yang hebat tanpa kerja sama yang baik,” menjadi salah satu prinsip yang ditekankan Kapolres dalam membangun sinergi dengan seluruh stakeholder.

Pelayanan Masyarakat Jadi Prioritas

Selain menjaga keamanan dan ketertiban, pelayanan publik menjadi salah satu perhatian utama AKBP Hari Budiyanto.
Ia mengaku telah memberikan briefing kepada jajaran Polres Soppeng agar memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap warga yang datang ke kantor polisi dengan membawa laporan maupun pengaduan harus mendapatkan pelayanan yang baik dan humanis.

“Anggap setiap warga yang melapor itu saudara atau orang tua kita sendiri. Berikan pelayanan terbaik,” pesannya kepada seluruh anggota.

Sementara dalam bidang penegakan hukum, ia meminta jajaran penyidik untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara cepat serta memberikan kepastian hukum.

“Jika tidak memenuhi unsur, hentikan. Jika memenuhi unsur, segera lanjutkan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya AKBP Hari Budiyanto membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian, sekaligus mewujudkan Polres Soppeng yang responsif, transparan dan berkeadilan.  (Daus)