SOPPENG, UJUNGJARI.COM – Pemandangan haru mewarnai prosesi pemakaman salah seorang warga di Kabupaten Soppeng.

Di tengah suasana duka, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., turun langsung membantu keluarga dan warga mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak sekadar datang melayat dan menyampaikan doa, Suwardi terlihat ikut menggotong keranda jenazah bersama warga. Setelah itu, ia bahkan mengambil alih kemudi mobil ambulans dan menyetir langsung kendaraan yang membawa jenazah menuju lokasi pemakaman.

Sikap tersebut sontak mengundang perhatian warga yang menyaksikan. Bagi Suwardi, kehadirannya di tengah warga yang sedang berduka bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari panggilan nurani sebagai seorang pemimpin.

Biasanya, kehadiran pejabat dalam suasana duka hanya sebatas melayat, menyampaikan belasungkawa, kemudian mendoakan almarhum. Namun, Suwardi memilih mengikuti seluruh rangkaian prosesi, mulai dari rumah duka hingga ke pemakaman.

Tanpa ragu, ia memikul keranda bersama masyarakat. Setelah itu, ia duduk di balik kemudi ambulans untuk mengantarkan jenazah hingga ke tempat pemakaman.
Aksi spontan tersebut membuat sejumlah warga terharu.

Mereka menilai, apa yang dilakukan Bupati Soppeng menunjukkan kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakat yang dipimpinnya.

“Ini tentu bukan hal yang luar biasa, tapi ini adalah panggilan nurani. Sebagai pemimpin, beliau sadar bahwa amanah ini berasal dari rakyat, sehingga beliau berusaha selalu ada di hati rakyatnya,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan momen tersebut.

Bagi masyarakat, kehadiran pemimpin dalam situasi duka memiliki makna tersendiri. Terlebih ketika seorang kepala daerah tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi ikut merasakan suasana kehilangan yang dialami warganya.

Sikap Suwardi pun menuai apresiasi. Warga menilai pemimpin yang dibutuhkan adalah sosok yang tidak menjaga jarak dengan rakyat, baik ketika masyarakat sedang merayakan kebahagiaan maupun saat menghadapi musibah.

Kedekatan Bupati Soppeng dengan masyarakat memang kerap terlihat dalam berbagai kesempatan. Kehadirannya tidak hanya pada agenda resmi pemerintahan, tetapi juga dalam momentum sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Bagi warga, tindakan sederhana seperti menggotong keranda dan menyetir ambulans tersebut menjadi simbol bahwa seorang pemimpin tetap berada di tengah rakyat, bahkan dalam suasana paling berat sekalipun.  (Daus)