MAKASSAR,UJUNGJARI.COM— Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si., mendorong penguatan pembelajaran transformatif untuk meningkatkan mutu akademik dan kompetensi lulusan.

Hal itu disampaikan Prof Aslinda saat membuka pelatihan pembelajaran transformatif bagi dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) UNM di Makassar beberapa hari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof Andi Aslinda menjelaskan, program tersebut sebelumnya telah dua kali diselenggarakan di tingkat universitas. Pelaksanaan di FIS-H menjadi bukti komitmen UNM dalam menjaga keberlanjutan program agar tidak berhenti setelah masa hibah berakhir.

“Pembelajaran transformatif harus benar-benar masuk ke ruang perkuliahan dan menjadi bagian dari praktik pembelajaran dosen,” tegas Andi Aslinda saat membuka pelatihan di FIS-H UNM, Makassar.

Pelatihan di FIS-H ini berlangsung selama empat hari (25 Jam Pelajaran) dengan menghadirkan narasumber nasional serta diikuti 60 peserta dari unsur pimpinan fakultas, dosen, dan pengelola prodi.

Menurutnya, pembelajaran transformatif bukan sekadar mengubah metode mengajar atau teknologi, melainkan mengubah cara berpikir, sikap, dan tindakan mahasiswa agar lebih kritis, inovatif, dan solutif atas masalah di masyarakat.

“Dosen merupakan aktor utama transformasi pendidikan. Kurikulum bagus dan fasilitas modern tidak akan maksimal tanpa kemampuan dosen merancang pembelajaran yang aktif dan relevan,” tambahnya.

Secara khusus Prof Aslinda menyampaikan apresiasi kepada pimpinan FIS-H, panitia, dan narasumber, serta berharap pelatihan ini melahirkan desain pembelajaran nyata yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat.