SELAYAR, UJUNGJARI.COM – Sat Binmas Polres Kepulauan Selayar terus menggencarkan edukasi kepada kalangan pelajar sebagai upaya mencegah kenakalan remaja dan tindakan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Kali ini, kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Binluh) dilaksanakan di SMPN 49 Bontobangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 Wita tersebut dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Kepulauan Selayar, IPTU Jufriadi, S.Sos., bersama sejumlah personel Sat Binmas, yakni Ps. Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Hermansyah, S.A.P., Ps. Kanit Binkamsa Aiptu Nur Syamsul, Ps. Kanit Bintibsos Aipda Yuliyanto, S.H., serta Banit Bhabinkamtibmas Bripda Abd. Rahman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penyuluhan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja, mulai dari tawuran antarpelajar, perundungan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan teknologi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan dan masa depan mereka.

Kasat Binmas IPTU Jufriadi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pencegahan sejak dini agar para pelajar memahami pentingnya menjaga perilaku, menghormati sesama, serta menghindari tindakan yang bertentangan dengan norma maupun hukum.

Selain membahas faktor penyebab kenakalan remaja, personel Sat Binmas juga memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum bagi anak yang melakukan tindak pidana. Materi disampaikan secara interaktif agar para siswa dapat memahami risiko dari setiap tindakan sekaligus mengetahui cara membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah.

Peran guru dan orang tua turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Pengawasan, komunikasi, dan pembinaan karakter dinilai penting untuk membantu anak menghadapi pengaruh negatif lingkungan pergaulan maupun perkembangan teknologi digital.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dan persuasif dalam mencegah kenakalan remaja, khususnya perundungan yang dapat berdampak terhadap kondisi psikologis dan masa depan anak.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anak untuk belajar dan mengembangkan potensi dirinya. Jangan sampai ada siswa yang merasa takut datang ke sekolah karena mengalami perundungan atau intimidasi. Karena itu, kami terus mendorong kegiatan edukasi dan pembinaan sejak dini agar para pelajar memahami pentingnya saling menghargai, menjaga pergaulan, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menekankan bahwa upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pihak sekolah, orang tua, dan lingkungan masyarakat.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus yang harus dijaga dan dibimbing bersama. Kami berharap para guru dan orang tua terus membangun komunikasi yang baik dengan anak, memberikan pengawasan serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan jauh lebih baik daripada harus menangani persoalan setelah terjadi pelanggaran hukum,” tambahnya.

Kegiatan Binluh di SMPN 49 Bontobangun ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian upaya Polres Kepulauan Selayar dalam memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendekatan langsung di lingkungan pendidikan.

Sebelumnya, pada Senin (19/10/2026), Kapolsek Pasimarannu IPTU Yudi Wibowo, S.H., juga memberikan edukasi pencegahan perundungan saat menjadi pembina upacara di UPT SDI Bonerate No. 85, Kecamatan Pasimarannu.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan tersebut, Polres Kepulauan Selayar berupaya membangun kesadaran pelajar untuk menjauhi perilaku menyimpang sekaligus memperkuat sinergi dengan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.