GOWA, UJUNGJARI.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa telah mengagendakan merevitalisasi Museum Balla Lompoa tahun ini. Terkait itu, Pemkab Gowa pun melakukan beberapa persiapan. Salah satunya adalah melakukan seminar yang melibatkan beberapa pihak diantarnya keluarga kerajaan dan budayawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rencana revitalisasi tersebut mendapat apresiasi tinggi dari keluarga kerajaan Gowa dalam hal ini Andi Kumala Andi Idjo. Putra dari Andi Idjo Raja Gowa ke 36 ini mengatakan langkah revitalisasi yang dilakukan pemerintah kabupaten sangat positif sekali.
“Revitalisasi kawasan Museum Balla Lompoa ini sangat-sangat dinantikan masyarakat karena hal yang sangat positif. Ini akan sangat menunjang kemajuan kebudayaan yang ada di Gowa, termasuk berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ulas singkat Andi Kumala Idjo.
Terkait rencana revitalisasi itu, Pemkab Gowa pun tidak mau setengah-setengah. Dalam kawasan istana tersebut terdapat dua buah bangunan maha besar yakni Istana Tamalate sebagai tempat perhelatan adat dan Istana Balla Lompoa yang kini fungsinya sebagai museum benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Gowa dari masa ke masa.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan pun menggagas seminar budaya dengan tema ‘Menggagas Model Revitalisasi Museum Ballalompoa. Adnan mengatakan alasannya menggelar seminar ini agar terjadi kesepahaman dalam merancang revitalisasi itu.
Karena itu atasnama Pemkab Gowa, Adnan pun menggelar seminar tersebut, Kamis (21/3/2019) siang di Baruga Karaeng Pattingaloang Pemkab Gowa.
“Hari ini kami mengumpulkan semuanya untuk menyamakan persepsi terhadap revitalisasi Museum Balla Lompoa ini, kita ingin mendengarkan saran dan masukan mana yang harus diubah dan tidak bisa diganggu karena Balla Lompoa sudah termasuk cagar budaya,” kata Adnan diantara peserta seminar diantaranya keluarga kerajaan, budayawan, penggiat seni budaya, akademisi, seniman, tokoh masyarakat, LSM dan perwakilan cagar budaya.
Adnan menjelaskan, revitalisasi Museum Balla Lompoa tersebut harus menjadi kawasan yang sakral namun tetap menjadi daya tarik masyarakat Sulsel hingga Indonesia untuk bisa datang dan berkunjung ke Balla Lompoa.
Untuk mengetahui lebih jelas tentang kesakralan Balla Lompoa, pihaknya mengundang tiga pemateri yakni dari Direktorat Kebudayaan RI Makassar Muh Natsir, unsur akademisi/budayawan Unhas Alwi Rahman dan unsur Tim Cagar Budaya Sulsel.
” Revitalisasi kita lakukan karena bentuk keprihatinan terhadap kondisi Balla Lompoa. Kami telah menganggarkan sebesar Rp 6,5 miliar pada APBD pokok 2019 untuk revitalisasi ini,” ungkap Adnan.
Adnan pun menargetkan revitalisasi ini rampung tahun 2019 ini juga. Namun jika keuangan yang telah dialokasi belum juga memungkin kan maka akan dilanjutkan di tahun 2020 dengan mengalokasikan anggaran melalui APBD perubahan nantinya.
“Kita berharap revitalisasi ini tdak setengah-setengah, makanya kita sesuaikan dengan keuangan daerah. Kalau tahun 2019 ini belum juga tuntas maka kita akan sempurnakan di tahun 2020,” tambah Adnan.
Karena itu Bupati Gowa pun berharap, dengan adanya seminar budaya revitalisasi kawasan Museum Balla Lompoa ini akan menghasilkan saran dan masukan yang baik untuk Gowa yang lebih sejahtera di masa yang akan datang.
Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis mengungkapkan tujuan dilakukannya seminar ini untuk menghimpun saran dari semua komponen masyarakat Gowa untuk mengembangkan Museum Balla Lompoa sebagai ikon Gowa. (saribulan)

