BULUKUMBA, UJUNGJARI.COM — Salah seorang tenaga kesehatan di Kabupaten Bulukumba kembali mengukir prestasi. Arwis yang menjadi tenaga Kefarmasian Puskesmas Borong Rappoa, Kecamatan Kindang masuk dalam top 5 besar sebagai Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Prestasi ini diumumkan Dinas Kesehatan Provinsi dan menyebutkan nama Arwis di posisi teratas (pertama) mengalahkan empat tenaga kesehatan terbaik dari kabupaten/kota lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lewat ‘Senyuman Miana’, Arwis pun mendapatkan undangan menghadiri puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional di Jakarta pada 12 Nopember mendatang.
‘Senyuman Miana’ ini adalah karya inovatif Arwis sebagai tenaga kesehatan di tempatnya bertugas. ‘Senyuman’ merupakan singkatan dari Sehat Aman dan Nyaman sedangkan ‘Miana’ adalah jenis tanaman yang banyak tumbuh di daerah yang memiliki tanah yang agak lembab atau sedikit berair.
Daun Miana yang memiliki nama ilmiah coleus scutellarioides biasa disebut tanaman iler dapat tumbuh liar di ladang, pematang sawah atau sebagai tanaman hias. Miana berbatang basah yang tingginya mencapai satu meter. Daunnya berbentuk segitiga atau bulat telur dengan warna yang bervariasi, dari warna hijau hingga merah keunguan dan mempunyai tepi yang beringgit.
” Ide lahirnya inovasi ‘Senyuman Miana’ ini berawal dari upaya mengatasi penyakit tuberculosis atau TB yang diidap oleh pasien di Puskesmas Borong Rappoa. Saya memperoleh data tentang lambatnya progress kenaikan berat badan pasien yang menjalani pengobatan TB, serta adanya keluhan dari pasien yang merasa tidak nyaman, lemas dan kurang nafsu makan selama dalam masa pengobatan yang berisiko untuk menurunkan tingkat kepatuhan minum obat. Disinilah karya saya itu bermula,” terang Arwis.
Sebagai tenaga Kefarmasian, Arwis menemukan bahwa dalam kandungan daun Miana terdapat unsur untuk menunjang pengobatan penyakit TB, termasuk untuk meningkatkan nafsu makan.
Dengan melihat kandungan dan manfaatnya, kata Arwis tidak salah jika daun Miana ini dari berbagai sumber dan pengalaman digunakan dalam pengobatan TB.
“Hal ini juga telah diperkuat dengan adanya berbagai penelitian bahwa daun Miana terbukti memiliki efek anti bakteri terhadap pertumbuhan Mycobacterium Tuberculosis tersebut,” ungkap Arwis.
Dalam proses selanjutnya, Arwis pun mengujicobakan kepada beberapa pasien TB untuk rutin mengkonsumsi daun Miana dengan cara merebusnya dengan air sampai mendidih dan meminumnya setelah dingin. Rebusan daun Miana ini diminum minimal dua jam setelah mengkonsumsi obat TB.
“ Intinya, daun Miana berfungsi sebagai obat penunjang dalam masa pengobatan TB sehingga kami mengedukasi pasien TB untuk memanfaatkan daun Miana,” kata Arwis.
Indikator keberhasilannya, lanjut Arwis dapat diukur dengan progress kenaikan berat badan oleh pasien TB. Terbukti, pasien yang mengkonsumsi daun Miana menunjukkan progres dan percepatan kenaikan berat badan yang cepat.
Dalam prosesnya kemudian, selain mengembangkan tanaman obat keluarga (Toga) di Puskesmas Borong Rappoa, pihak Puskesmas yang dimotori oleh Arwis juga memberikan edukasi tentang berbagai macam obat tradisional melalui pengelolaan program kesehatan tradisional dengan membentuk daerah binaan Kampung Toga, yang seluruh anggota keluarga binaannya sudah menjadikan Miana ini sebagai salah satu koleksi tanaman obat tradisional.
Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba dr Wahyuni mengapresiasi apa yang telah dilakukan Arwis. Menurutnya secara medis penderita TB dapat sembuh total dengan pengobatan TB yang dikombinasi dengan minum daun Miana yang mudah didapatkan di wilayah Kabupaten Bulukumba ini khususnya di daerah ketinggian.
“ Olehnya itu kami menganjurkan masyarakat penderita TB untuk mengkonsumsi daun Miana sebagai penunjang pengobatannya,” kata dr Wahyuni. (amin)

