GOWA, UJUNGJARI.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gowa menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Polres dan Kodim 1409 Gowa di ruang kerja Kapolres Gowa, Kamis (7/11/2019) siang.

Rapat tertutup yang hanya diikuti terbatas pihak-pihak terkait ini dipimpin Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri Mustafa dan dihadiri Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Muh Suaib, Kepala Kemenag Gowa Hj Adliah, Ketua MUI Gowa KH Abubakar Paka, Ketua FKUB Gowa H Ahmad Muhajir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat ini membahas terkait pasca penangkapan tersangka Puang La’lang atas dugaan kasus penistaan agama dan pencucian uang dengan modus menjual kartu surga kepada pengikutnya.

Ketua MUI Gowa KH Abubakar Paka, mengatakan, terkait kelanjutan penanganan kasus aliran sesat Tarekat Tajul Khawlatiyah ini, pihak Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Polres dan instansi terkait lainnya akan melakukan pembentukan tim pembinaan terhadap para pengikut Puang La’lang. Hanya saja hingga kini pembentukan upaya pembinaan itu  belum dilakukan sebab masih melakukan penjajakan sejauhmana ajaran sesat Puang La’lang ini disebarkan.

Menurut Ketua MUI Gowa, pihaknya malah kuatir, ajaran yang disampaikan oleh tersangka telah menyebar luas sehingga perlu penanganan lebih optimal.

” Pembentukan tim pembinaan tersebut telah direncanakan MUI, kita sisa menunggu waktu. Kami siap saja karena dari awal kami sudah siap untuk itu. Waktu ada rapat koordinasi beberapa waktu lalu, Puang La’lang mengeluarkan pernyataan akan siap dibina kembali ke jalan yang benar. Namun diingkari,” beber Ketua MUI Gowa ditemui setelah rapat bersama di ruang Kapolres Gowa.

Pernyataan tersangka yang disampaikan kepada MUI Gowa dianggap diingkari oleh Puang La’lang. Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf yang dipimpin Puang La’lang sendiri, lanjut KH Abubakar, waktu itu sempat disepakati oleh Puang La’lang siap ingin kembali ke jalan yang benar bersama dengan pengikutnya, namun diingkari.

” Kita akan proses lagi lebih lanjut. Apakah ini akan ada jalan atau bentuk lain yang jelas akan dilakukan pembentukan tim untuk pembinaan,” jelas KH Abubakar. (saribulan)