GOWA, UJUNGJARI.COM — Sungguh sadis dan biadab cara H Saju melampiaskan emosinya kepada ponakannya sendiri, Dg Sampara. Peristiwa berdarah yang terjadi Senin (11/11/2019) pukul 07.00 Wita ini menggegerkan warga Lingkungan Batueja, Kelurahan Tonrorita bahkan seantero Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa.
Pasalnya, aksi nekat pria beeumur 50 tahun ini sungguh mengagetkan warga sekitarnya. Warga tidak menyangka cara kenekatan H Saju menghabisi Sampara (40), ponakan (ponakan sepupu dari istrinya). Sampara sendiri menetap di Lingkungan Batueja, Kelurahan Tonrorita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
H Saju menghabisi Sampara dengan cara menebaskan parang ke batang leher korban hingga kepala dan badan korban terpisah.
Sampara tewas ditempat akibat ditebas hingga lehernya terputus dari badannya. Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial, korban tergeletak di tanah berbatu. Kepala dan lehernya dipenuhi bercak darah.
Tempat kejadian perkara sendiri di perkampungan Sonra, Dusun Pangangpusang, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa.
Camat Biringbulu Yamin Basri yang dikonfirmasi via ponselnya sekitar pukul 11.30 Wita membenarkan kejadian berdarah tersebut. Yamin bahkan saat dihubungi tengah menuju lokasi kejadian usai menerima laporan dari aparatnya.
“Iya betul kejadian ini ada. Saya sedang ke lokasi ini untuk mengeceknya,” katanya Yamin.
Terpisah Kepala Lingkungan Batueja, Muh Saleh yang dikonfirmasi Beritakota Makassar via ponselnya pada pukul 14.07 Wita juga membenarkan kejadian itu.
” Iye betul. Tapi kejadiannya tidak di Batueja tapi di Taring. Saya tidak tau pasti apa motifnya. Yang jelas saya tahu ada kejadian saat saya dilapori warga. Tapi menurut informasi saya dengar terkait sengketa tanah,” kata Kepala Lingkungan Batueja, Muh Saleh.
Meski begitu Muh Saleh, membenarkan jika antara korban dengan pelaku masih ada hubungan keluarga.
” Korban memang bersepupu (istrinya) dengan pelaku. Kalau Sampara memang warga Batu Eja dan H Saju itu warga Taring,” tutur Muh Saleh saat dikonfirmasi via telepon selularnya, Senin (11/11/2019) pukul 14.17 Wita.
Lurah Tonrorita Muh Syarif juga mengungkap bahwa korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga. Syarif mengakui bahwa korban adalah warganya. Diduga kejadian tersebut terjadi akibat sengketa lahan antara paman dan keponakan.
“Pelakunya H Saju, orang Taring yang merupakan paman korban sendiri. Itu menurut informasi yang saya dapat,” tambah Syarif.
Terpisah, Kasubang Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi juga membenarkan informasi tersebut. Dikatakan AKP Mangatas Tmbunan bahwa saat ini tim Kepolisian sementara di lokasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
” Terduga pelaku telah menyerahkan diri ke kantor polisi di wilayah Kabupaten Jeneponto. Setelah itu pelaku dijemput personil Satreskrim dan dibawa ke Polres Gowa. Namun memastikan apa motif dari ulah pelaku, belum bisa dilakukan kita tunggu saja hasil pemeriksaan penyidik,” kata AKP Mangatas Tambunan. (saribulan)

