GOWA, UJUNGJARI.COM — Nota Keuangan dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2020 Kabupaten Gowa resmi disahkan DPRD Kabupaten Gowa melalui rapat paripurna ke-13, nasa sidang pertama tahun 2019 dengan agenda pengesahan RAPBD menjadi APBD, di ruang rapat paripurna, Jumat (29/11/2019).
Rapat paripurna pengesahan RAPBD 2020 ini dipimpin langsung Ketua DPRD Gowa Rafiuddin Raping dan disepakati sekitar 35 anggota dewan.Dalam kesempatan tersebut hadir Bupati Gowa Adnan Purichtan Ichsan, Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni, pimpinan Forkopimda Gowa, pimpinan SKPD dan jajaran undangan lainnya.
Bupati Adnan mengungkapkan, penetapan APBD menjadi salah satu kewajiban dalam rangka memenuhi salah satu dari kewajiban penyelenggara pemerintah dalam mengemban amanah rakyat.
” Program pembangunan daerah dan pemenuhan derajat kesejahteraan masyarakat sangat didukung dari besarnya anggaran yang dihasilkan.
Baik itu melalui pendapatan asli daerah maupun transfer langsung dari pusat,” kata Adnan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adanya dukungan dari DPRD mencerminkan bahwa telah terjadi sinergitas dan kolaborasi yang baik antara pihak eksekutif dan legislatif.Tentunya hal tersebut dalam rangka mendukung kelanjutan pembangunan daerah melalui sejumlah program.Baik itu program infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi.
“Di tahun-tahun mendatang pemerintah akan terus berupaya dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Penetapan RAPBD menjadi APBD ini tentunya akan menghasilkan produk hukum dalam bentuk peraturan daerah sebagai landasan hukum untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Gowa.Seluruh kritikan dan saran yang diberikan seluruh anggota dewan saat proses pembahasan RAPBD akan menjadi motivasi untuk diperbaiki.
” Yang harus kita ingat sebagai penyelenggara negara bahwa setiap rupiah uang negara yang kita kelola melalui APBD harus benar-benar digunakan secara efektif, efesien dan akuntabel.Seluruh stakeholder harus bisa bekerja bersama-sama agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran maupun pemborosan anggaran di kemudian hari,” tegasnya.
Bupati Adnan mengatakan, dalam perkembangan empat tahun terakhir APBD Kabupaten Gowa khususnya terkait dana transfer pusat ke daerah yaitu dana perimbangan dan dana penyesuaian mengalami keadaan yang dinamis atau fluktuatif.Kondisi ini tidak terlepas dari keadaan penerimaan keuangan negara yang berfluktuatif.
Selain itu, dana transfer pusat juga memegang peranan yang sangat besar, pada Tahun Anggaran 2020 ini dana transfer pusat dalam Ranperda APBD menempati porsi anffar sebesar 78,76 persen dari total penerimaan APBD.Sementara, pada porsi anggar PAD menempati porsi hanya sebesar 11,72 persen dari total penerimaan APBD.
“Makanya perlu proses perencanaan yang matang dengan mengacu pada program-program prioritas dalam proses penganggaran kegiatan,” kata Adnan.
Sementara juru bicara Badan Anggaran DPRD Gowa Abd Razak Lewa mengungkapkan, RAPBD Gowa 2020 yang disepakati dan disetujui menjadi APBD antara lain, pendapatan daerah Rp 1.915.719.190.736, dan belanja daerah Rp 2.021.265.348.856.
Ia menjelaskan, sebelum ditetapkannya RAPBD 2020 menjadi APBD ini telah dilewati seluruh prosedur yang berlaku mulai dari tahap penyerahan dokumen RAPBD pada 25 November lalu dimana sebelumnya telah dibahas KUA dan PPAS APBD kemudian pada Rabu 26 November dilakukan pemandangan umum oleh fraksi-fraksi, selanjutnya dilakukan pembahasan selama dua hari yakni 27 hingga 28 November 2019 kemarin.(sari)

