BARRU, UJUNGJARI.COM — Pasca banjir menerjang empat kecamatan di kabupaten Barru, sejumlah infrastruktur, areal pertanian, perikanan mengalami kerusakan. Bupati Barru Suardi Saleh yang lebih awal berkunjung ke lokasi banjir dan menerima laporan data dari OPD terkait.

Kemudian melaporkan kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) bahwa kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai Rp 11 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dihadapan rombongan NA, Suardi menyampaikan laporan penanganan bencana alam, sekaligus harapan warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah provinsi Sulsel.

Gubernur NA langsung mengunjungi Posko penanggulangan banjir di kantor Kecamatan Soppeng Riaja, Senin (13/1) dan mendengarkan langsung laporan dari Bupati Barru  secara rinci langkah-langkah yang sudah ditempuh jajarannya, Tim Basarnas, dan berbagai elemen.

Berdasarkan data yang dihimpun, kerugian materil yang dialami ditaksir lebih dari Rp11 miliar. Kerusakan infrstruktur, diantaranya kerusakan tanggul Pantai Sumpang Binangae yang nilainya mencapai sekitar Rp 4,2 miliar, kerusakan jalan di Lawallu-Tanrabalana sekitar Rp 3 miliar.

Selain itu, Suardi juga melaporkan kerusakan  Pasar Takkalasi dan Ajakkang, serta Jembatan Kiru-Kiru yang keseluruhannya mencapai Rp 400 juta.

Sementara itu disektor pertanian total kerugiannya mencapai angka Rp133 juta. Sedangkan  dibidang perikanan, jumlahnya jauh lebih besar yakni menghampiri Rp 4 miliar.

Selanjutnya mantan Kadis Pekerjaan Umum dan Kepala Bappeda Pinrang ini, juga membeberkan kerusakan rumah warga akibat angin kencang pada 5 Januari lalu. Jumlah kerugian ditaksir mencapai nilai sekitar Rp 260 juta.

“Kami bersama masyarakat tentunya memerlukan bantuan dari Bapak Gubernur Sulsel. Untuk (perbaikan) tanggul di Pantai Sumpang Binangae. Tanggul akibat abrasi itu membutuhkan dana sekitar Rp 4 miliar,” kata Suardi.

Suardi Saleh juga menyampaikan tentang dua bencana alam yang terjadi di Januari, yakni angin kencang yang merusak sekitar 100 rumah warga, dan banjir yang melanda tiga kecamatan.

“Untuk penanganan ke korban bencana, Bupati Barru bersama sejumlah elemen sudah melakukan berbagai langkah, baik evakuasi warga, mendirikan posko penampungan, maupun menurunkan tim siaga setiap saat di lokasi bencana,” bebernya.

Sementara itu, Nurdin Abdullah yang datang didampingi Kadis Sosial Sulsel, Kepala Bappeda, Kadis Keuangan, Basarnas, Tagana, dan perwakilan relawan kemanusiaan, menyerahkan bantuan sementara secara simbolis. Seperti bantuan beras 2 ton, bahan makanan, kebutuhan balita, dan logistik lainnya.

NA berjanji akan membantu. Bahkan ia langsung memerintahkan bagian keuangan Pemprov dan Pemkab berkoordinasi untuk bantuan dana tanggap darurat.

“Mohon bagian keuangan (Barru) koordinasi dengan Keuangan Provinsi. Ada namanya dana tanggap darurat,  terutama (untuk disalurkan ke warga) yang seng rumahnya terbang (atap rusak),” ucap NA.

Kerusakan  infrastruktur di Barru, juga siap dibantu oleh Nurdin Abdullah.  Hal ini dilakukan untuk memperbaiki yang rusak akibat bencana, maupun untuk antisipasi terjadinya bencana di tahun-tahun berikutnya.

“Insya Allah, khusus infrastruktur, akan kami bantu. Kalau jembatan putus segera buat proposal. Begitu pula dengan  Pasar dan lainnya kita akan bantu,” janji Nurdin Abdullah. (udi)