PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Aksi pembunuhan kembali terjadi di kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Kamis (16/1) malam, sekira pukul 23.30 Wita Fatmawati(43) bersama anak semata wayangnya, Muh Talib(9) sudah terlelap dalam tidurnya, namun tiba-tiba terbangun karena ada seseorang menggedor pintu dan berkali-kali minta dibukakan pintu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan itu tidak digubris Fatma, sehingga pelaku yang belakangan diketahui suami sirinya yang bernama Andi Arsyad (61) warga desa Benteng kecamatan Mandalle ini tetap berusaha masuk kedalam rumah dengan cara paksa melalui jendela bagian belakang.

Pelaku yang sudah emosi memecahkan kaca jendela, terus mencari keberadaan korban.

Fatmawati yang sudah mengetahui kalau yang datang adalah Arsyad, sehingga sebelum pelaku masuk rumah. Korban lebih dulu berusaha melarikan diri ke rumah Jamaluddin tetangganya untuk mencari perlindungan.

Beberapa kali korban mengetuk pintu tetangganya, namun ketukan itu tidak didengar Jamaluddin yang sedang tertidur.

Arsyad yang melihat korban melarikan diri terus melakukan pengejaran ke rumah Jamaluddin.

Pelaku yang sudah tersulut marah, ia pun menusuk korban dengan membabi buta hingga korban merenggang nyawa diteras depan pintu tetangganya.

Akibat tusukan itu, korban tewas ditempat kejadian perkara di kampung Panritae, desa Parenreng kecamatan Segeri, kabupaten Pangkep.

Nyawa Fatmawati tidak tertolong karena mengalami luka tusuk dibagian ulu hati, perut, lengan kiri, paha kiri-kanan dan punggung sebelah kiri.

Dalam peristiwa ini, bukan hanya Fatmawati yang ditusuk hingga tewas. Putranya Muh Talib (anak tiri pelaku) juga ikut terluka, setelah ditikam oleh Arsyad.

Talib mengalami luka tikaman pada lengan kiri dan tulang rusuk kiri.

Talib ikut menjadi korban karena saat ibunya dikejar pelaku, dia berusaha melindungi ibunya, sehingga Arsyad yang sudah kalap ikut menikam siswa kelas IV SD Negeri hingga terluka.

Usai menikam kedua korban , pelaku langsung kabur meninggalkan tempat kejadian perkara dengan mengendarai sepeda motor.

Tetangga korban Jamaluddin yang baru terbangun saat kejadian, hanya menyaksikan Fatmawati dalam kondisi sudah tergeletak bersimbah darah dan tidak bernyawa lagi.

Saksi ini kemudian menyampaikan ke Syarifuddin tetangga lainnya dan ke sekretaris desa Parenreng Hj Hasbiah yang kemudian meneruskan ke kades Parenreng Hj Samsuriati, untuk melapor ke Polsek Segeri.

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji Jumat (17/1) membenarkan adanya kasus pembunuhan ini. Ia mengatakan, saat ini aparat kepolisian masih melakukan olah TKP.

Pelaku diketahui masuk kerumah korban melalui pintu belakang dengan memecah kaca jendela. Hingga saat ini belum diketahui apa motif pelaku melakukan aksi pembunuhan.

“Kami tak butuh waktu lama, untuk menangkap pelaku. Setelah dilakukan pengembangan. Arsyad berhasil diamankan. Pelaku terpaksa dilumpuhkan  dengan tembakan karena saat ditangkap dia mencoba melawan petugas,” kata Ibrahim.

Mantan Kapolres Enrekang ini menjelaskan, ada dua korban yang ditusuk oleh pelaku, Istri dan anak tiri. Korban meninggal dunia sudah disemayamkan di rumah duka.

Sementara putranya dilarikan ke RS Batara Siang untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya. (udi)