TAKALAR, BKM- Badan Pemeriksa Leuangan Republik Indonesia (BPK – RI) yang berjumlah lima orang tiba di Kantor Bupati Takalar. Medatangan BPK RI dalam rangka memeriksa sejumlah kegiatan infrastruktur yang dikerjakan ttahun 2019 oleh sejumlah pihak ketiga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemeriksaan penggunaan anggaran dilaksanakan sebagai tindak lanjut untuk mengetahui adanya kerugian negara yang ditimbulkan masing masing kegiatan.

” Kami akan memeriksa hasil pekerjaan di lapangan terkait penggunaan anggaran tahun 2019,” Kata Malik salah satu anggota BPK RI sambil berlalu, Selasa (4/2/2020)

Menyikapi kedatangan rombongan BPK RI di Takalar, Direktur Gerakan Rakyat Menagih Janji (Gergaji), H Imran Tola meminta tim pemeriksa BPK RI untuk konsisten bekerja dalam melaksanakan pemeriksaan terhadap proyek yang dikerjakan tahun 2019 lalu,

Hal tersebut dikatakan H Imran Tola mengingat banyaknya proyek yang menyisahkan masalah yang berpotensi merugikan negara seperti proyek pembangunan IPAL 10 titik dan proyek pembangunan peningkatan jalan beton serta beberapa pembangunan destinasi wisata yang gagal rampung ditahun 2019 lalu.

” Kita meminta BPK RI serius memeriksa sejumlah proyek yang bermasalah diTakalar karena dugaan kerugian negara sangat terbuka,” Kata H Imran Tola, Selasa (4/2/2020)

Desakan Direktur Gergaji agar BPK RI serius menelisik proyek proyek bermasalah, lantaran hasil pemeriksaan sejumlah proyek bermasalah tidak ditemukan adanya kerugian negara. (Ari Irawan)