ikut bergabung

Dg Nappa Bantah Pernah Minjam Beras Karena Anaknya Belum Makan, Kadis Sosial Gowa: Rutin Terima Bantuan PKH

Camat Bontonompo Wahyuddin MP bersama aparat Desa Katangka dan aparat Dinsos saat memantau kondisi rumah Dg Nappa dan Dg Ngalle (pakai baju putih).

Berita

Dg Nappa Bantah Pernah Minjam Beras Karena Anaknya Belum Makan, Kadis Sosial Gowa: Rutin Terima Bantuan PKH

GOWA, UJUNGJARI.COM — Hasri Dg Nappa (50) mengaku bingung sendiri dan tidak tahu menahu dirinya viral di medsos terkait postingan orang lain tentang kehidupannya. Dg Nappa juga membantah jika pernah meminjam beras karena anak-anaknya yang belum makan selama dua hari seperti yang ada dipostingan salah satu akun di medsos (facebook).

” Saya tidak tahu menahu terkait postingan yang viral itu. Dan saya tidak pernah meminta meminjam satu liter beras dengan perkataan anak-anak saya belum makan,” kata Dg Nappa saat dikunjungi Camat Bontonompo Wahyuddin MP bersama jajaran aparat Desa Katangka, Jumat (21/2/2020) sore. 

Turunnya Pemerintah Kecamatan Bontonompo tersebut disebabkan viralnya Dg Nappa di medsos dan dituliskan kehidupannya sedemikian memiriskan hati. Padahal menurut Camat Bontonompo, Dg Nappa adalah salah satu peserta PKH dan penerima bantuan non tunai yang dilakukan pemerintah.

Dikatakan Camat Bontonompo, Dg Nappa tercatat sebagai penerima bantuan sosial (Bansos) baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

” Makanya kami heran jika sampai viral bahwa keluarga Dg Nappa ini kekurangan makanan. Jadi pas kita terima aduan itu, kita cek lagi kebutuhannya apa. Sebelum viral seperti ini, Pak Bupati Gowa Bapak Adnan Purichta Ichsan bahkan sejak Kamis kemarin sudah memerintahkan langsung untuk mengecek kebutuhan keluarga ini,” ungkap Wahyuddin saat berada di gubuk plastik Dg Nappa.

Pihaknya, kata Wahyuddin, sebenarnya ingin juga mengusulkan keluarga Dg Nappa menjadi penerima bantuan bedah rumah. 

“Tapi terkendala soal lahan. Karena lahan yang ditempati itu bukan lahannya, tapi lahan milik keluarganya bernama Dg Ngewa. Kami sudah mencoba mengkomunikasikan ke pemilik lahan, tapi pemilik lahan hanya mau lahannya dipinjam pakai, dan suatu waktu akan ia ambil kembali,” jelas Camat Bontonompo.

Sementara ini, kata camat, pihaknya masih mencarikan solusinya. ” Minimal kita carikan dulu lahan yang bisa keluarga ini tempati sementara untuk dibangunkan rumah layak huni,” kata Wahyuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa Syamsuddin Bidol, mengatakan Dg Nappa selama ini sudah mendapat perhatian dari pemerintah dengan pemberian Bansos. 

” Dg Nappa merupakan peserta PKH sejak 2016 dan saat ini sudah masuk tahun keempat sebagai peserta. Dengan kategori yang ada, Dg Nappa ini rutin menerima bantuan sosial sebesar Rp 2.475.000 per tahap dengan empat tahap,” jelas Kadis Sosial saat dikonfirmasi.

Dijelaskan Syamsuddin, Dg Nappa merupakan pindahan dari Kota Makassar pada 2013 lalu dan sekarang tinggal bersama istrinya Fatmawati Dg Te’ne (40) dan lima orang anaknya di Gowa. 

” Inilah yang membuat keluarga tersebut menerima Program Keluarga Harapan Rp 2.475.000 dengan kategori itu. PKH itu bisa digunakan untuk anak sekolah, bisa dibelikan baju sekolah, bisa dibelikan kasur untuk tempat tidur, balita dibelikan susu,” jelas kadis.

Pendamping PKH tiap bulan melakukan edukasi pemanfaatan bansos agar arahnya sesuai program nasional bisa sesuai dengan peruntukannya. Itulah program keluarga harapan, dimana tujuan dari program ini agar keluarga yang jadi peserta diharapkan bisa mandiri. 

Syamsuddin Bidol juga menyebutkan keluarga Dg Nappa juga menerima bantuan sosial lainnya, seperti KIS, KIP dan Program Sembako yang dulu namanya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

” Dia juga penerima BPNT yang sekarang berubah nama menjadi Program Sembako dengan nilai bantuan sebesar Rp 150.000, yang diwujudkan dalam bentuk 10 Kg beras tambah telur dan ayam setiap bulan,” jelas kadis.

Pemerintah Kabupaten Gowa, kata Syamsuddin, selama ini tidak pernah menutup mata jika ada warga yang membutuhkan bantuan. “Insha Allah. Kalau ada daftar tertulis lengkap maka semua mudah diselesaikan secara administrasi. Itu namanya tertib administrasi,” jelas Kadis Sosial lagi.

Keluarga Hasri Dg Nappa yang menghuni gubuk berdinding terpal plastik dan beratap seng bekas berukuran 3×2,5 meter di Dusun Tabbuakkang, Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa ini secara kasat mata memang penghidupannya sangat memprihatinkan. Kemudian beredar di medsos facebook melalui akun Ikka, bahwa Dg Nappa adalah ayah yang sempat meminta beras 1 liter kepada salah satu pemuda karena sudah dua hari anak-anaknya belum makan.

Dalam postingan yang beredar, keluarga Daeng Nappa disebutkan kekurangan makanan. Akhirnya ada warga yang mengadu terkait kondisi itu.

Mendapatkan aduan tersebut, Camat Bontonompo, Wahyuddin MP, bersama jajaran pemerintah desa langsung mendatangi kediaman Dg Nappa, Kamis (20/2/2020) sore untuk mengecek kebenaran postingan tersebut. Apalagi, menurut Camat Bontonompo, keluarga Dg Nappa selama ini memang menjadi keluarga miskin yang mendapat pantauan dari pihak pemerintah.

Terpisah, Dg Ngalle, salah seorang warga Dusun Tabbuakkang yang merupakan tetangga Dg Nappa, saat dikonfirmasi ujungjari.com via telepon, Jumat siang, mengatakan Dg Nappa memang merupakan salah satu warga miskin penerima bansos. 

” Secara kasat mata sih iyya. Keluarga Dg Nappa memang miskin tapi dia itu menjadi peserta PKH yang rutin dapat bantuan pemerintah. Baru-baru ini beli sepeda motor. Kami para tetangganya di sini sering juga membantu, cuma Dg Nappa sepertinya agak malas  bekerja. Beberapa waktu lalu juga dia masuk daftar penerima manfaat bedah rumah. Hanya saja kami urungkan sebab Dg Nappa tidak punya lahan. Saya sendiri yang menangani verifikasi layak tidaknya bedah rumah itu karena saya panitianya. Karena terkendala lahan itulah maka Dg Nappa kita tidak masukkan dalam daftar bedah rumah,” jelas Dg Ngalle. (sari)

Komentar Anda

Channel
Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Comments

Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

To Top