TAKALAR, UJUNGJARI.COM — Mandeknya kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan beton senilai puluhan miliaran rupiah ditangan aparat penegak hukum (APH), membuat aliansi masyarakat Polongbangkeng bersatu (AMPB) dan koalisi aktivis Makassar menggelar aksi unjuk rasa.
Mereka mendesak pihak pihak terkait segera memeriksa sekaligus memproses hukum penanggung jawab kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami meminta dinas PU Takalar untuk mempertanggung jawabkan hasil pekerjaan jalan beton, karena kuat dugaan hasil pekerjaan jalan beton telah menjadi ajang korupsi para rekanan dan pihak terkait di dinas tersebut,” kata Rais koordinator aksi, Rabu (11/3/2020).
Aksi unjuk rasa yang dimulai di kantor dinas PU Takalar hingga ke kantor Bupati Takalar yang diwarnai aksi pembakaran ban bekas mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Takalar.
Selain meminta dinas PU Takalar mempertanggung jawabkan hasil pekerjaan jalan beton yang kualitasnya sangat buruk, pendemo juga mendesak kembali pihak aparat hukum untuk memeriksa seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek tersebut.
“Kami juga mendesak APH untuk menseriusi pemeriksaan proyek jalan beton, kuat dugaan kerugian negara sangat terbuka dalam proyek tersebut,” kata Sahabuddin Jaya, orator lainnya.
Diketahui, dua perusahaan yang terlibat dalam pekerjaan proyek jalan beton antara lain, PT Jenifer Putra Mandiri dan PT Diego Putra Konstruksi. (Ari Irawan)

