MAKASSAR, UJUNGJARI.COM –Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memindahkan proses belajar siswa dan perguruan tinggi di rumah.

Proses belajar tatap muka pun diinstruksikan untuk ditiadakan selama 14 hari kedepan, kepada seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Sulsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyikapi kebijakan Pemerintah Pusat terkait pandemi virus corona tau Covid-19. Dimana Presiden Joko Widodo megimbau agar masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bersama forum koordinasi daerah (forkopimda) menggelar rapat untuk membahas pencegahan masuknya virus itu di Sulsel.

Melalui rapat yang digelar di Hotel Four Points Makassar, Pemprov memutuskan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dilakukan di rumah. Mulai dari jenjang TK hingga Perguruan Tinggi.

“Jadi kita instruksikan untuk para siswa belajar di rumah selama 14 hari. Dengan catatan guru akan memberikan tugas kepada siswa dan menyetor pada saat masuk kembali,” ucap Nurdin Abdullah, Senin (16/3).

Kebijakan pemindahan ruang belajar tersebut akan dimulai pada tanggal 18 Maret hingga 14 hari kedepan. Sebelum diberlakukan, Dinas Pendidikan Sulsel harus lebih dulu berkoordinasi dengan masing-masing sekolah.

Setelah itu pihak sekolah melakukan pertemuan dengan orangtua siswa untuk memberikan pemahaman terkait kebijakan ini.

“Jadi tanggal 17 itu sekolah harus melakukan pertemuan dengan orangtua siswa, agar supaya mereka paham dengan konsep dan alasan diterapkannya kebijakan ini. Orangtua harus mengontrol anaknya untuk menjaga interaksi dengan orang luar dan memastikan anaknya tetap belajar di rumah,” jelasnya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini menegaskan, bahwa kebijakan itu bukan untuk meliburkan peserta didik, melainkan hanya pemindahan ruang belajar sampai kondisi di Indonesia kondusif dan steril dari wabah corona.

Olehnya itu orangtua harus terus mengawasi aktivitas anak, tidak boleh membiarkan berkunjung ke daerah yang dikerumuni banyak orang.

“Jadi bukan libur apalagi yang namanya pulkam, itu tidak boleh. Kalau pulang bawa lagi masalah. Kita berharap mudah-mudahan dengan metode ini bisa mempercepat meredanya perkembangan korona di Indonesia,” tegas Nurdin.

Dikatakan Nurdin, pemerintah sudah berkoordinasi dengan semua stakeholder untuk melakukan pencegahan masuknya covid -19 di Sulsel.

Tim gugus tugas pencegahan corona bahkan sudah dibentuk dengan melibatkan pemerintah, dinas kesehatan, dinas terkait, serta aparat penegak hukum.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Basri mengatakan, Disdik sudah siap untuk memberi surat edaran kepada seluruh sekolah agar segera melakukan rapat dengan orangtua siswa. 14 hari tersebut diharapkan bisa berjalan efektif agar siswa-siswi tetap menjalankan proses belajar meski tidak berada dalam lingkungan sekolah.

Bahkan, mereka diimbau untuk tidak melakukan tugas secara berkelompok dengan temannya guna membatasi interaksi.

“Tidak boleh mengerjakan tugas di luar secara bersamaan karena itu tetap akan memicu munculnya penyebaran virus,” papar Basri. (**)