MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Mulai Selasa (17/3) Universitas Muslim Indonesia (UMI) disterilisasi. Tidak ada lagi perkuliahan tatap muka hingga tiga pekan kedepan.
Rektor UMI, Prof Basri Modding dalam konferensi persnya mengatakan, mulai Selasa hari ini, seluruh mahasiswa dan dosen akan diliburkan. Perkuliahan akan dilakukan melalui sistem daring.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan ini diambil hingga 5 April 2020 mendatang.
“UMI mulai besok sampai 5 April, seluruh mahasiswa diliburkan. Tidak ada tatap muka perkuliahan, semuanya online. Termasuk dosennya. Kita harapkan mereka dirumah saja, jangan keluar-keluar,” ucap Basri, Senin (16/3).
Proses pembelajaran akan dilakukan jarak jauh. Basri mengatakan sudah menginstruksikan kepada para dosen untuk menggunakan beberapa media yang bisa digunakan dalam proses belajar mengajar.
Antara lain Google Classroom, Mailing List, Zoom, Whatsapp group, Line, maupun Scype.
“Cara ini bisa tetap efektif dalam proses belajar. Setidaknya saya pun biasa memberikan belajar online ketika misalnya dulu saya di Jakarta lantas ada jam mengajar. Nanti ini kita akan infentarisir nomor Whatsapp-nya semua mahasiswa,” ungkap Basri.
Kegiatan yang sifatnya mendatangkan orang banyak pun akan ditiadakan di UMI. Bahkan agenda yang telah dijadwalkan, akan ditunda terlebih dahulu.
“Baik kegiatan yang mendatangkan orang luar maupun dalam, ditunda. Nanti setelah dianggap normal, baru dibuka kembali,” katanya.
Selama ditiadakannya belajar tatap muka, Basri juga mengatakan akan ada sterilisasi gedung. Baik penyemprotan dengan desinfektan dan sebagainya.
Sterilisasi akan dilakukan oleh tim kesehatan UMI. Yang terdiri dari gabungan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Farmasi.
Walaupun begitu, bagi mahasiswa yang masih memiliki tugas praktikum, masih diizinkan ke laboratorium kampus hingga batas Sabtu mendatang. Namun syaratnya, harus diperiksa terlebih dahulu oleh tim kesehatan UMI, dan dinyatakan tidak terinfeksi Corona.
Begitu juga dengan promosi doktor maupun pengukuhan gelar dan sebagainya. Syaratnya hanya dihadiri oleh mahasiswa yang mau ujian dan pengujinya saja. (**)

