GOWA, UJUNGJARI.COM — Akhirnya mediasi yang dilakukan Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola bersama Dandim 1409 Letkol Arh Muh Syuaib dengan Dewan Syuro Ijtima Asia yang dilakukan Rabu (18/3/2020) malam di lokasi kegiatan Ijtima di kompleks Ponpes Darul Ulum Pakkatto, Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa berbuah hasil.
Para panitia yang juga merupakan Dewan Syuro Ijtima ini sepakat membatalkan pelaksanaan Ijtima yang sedianya mulai dibuka resmi Kamis (19/3/2020) pagi ini hingga 22 Maret 2020.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan pembatalan ijtima ini disampaikan langsung salah satu Dewan Syuro Ijtima melalui video call langsung dengan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Bupati Gowa yang malam itu sibuk menandatangani sejumlah surat-surat di rumah jabatannya dengan hanya mengenakan baju kaos oblong abu-abu dan mengenakan sarung kotak-kotak warna kuning maroon itu langsung bernafas lega.
” Alhamdulillah jika pelaksanaan ijtima dibatalkan dulu ” jawab Bupati Adnan menjawab vc Dewan Syuro.
Bahkan saking senangnya, Bupati Adnan malah bersedia memfasilitasi kepulangan para jamaah dengan kendaraan.
” Saya akan fasilitasi kendaraan kepulangan para jamaah sesuai jadwal tiket masing-masing. Namun kami meminta selama proses pemulangan itu, diminta para jamaah tetap berada di lokasi ijtima agar tidak melakukan interaksi dengan masyarakat di luar lokasi. Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi kondisi yang ada. Pihak Pemkab Gowa telah melakukan penyemprotan desinfektan sejak kemarin di lokasi dan pagi ini Kamis, kita akan lakukan penyemprotan kembali. Semua kami lakukan untuk menjaga kemungkinan saja untuk mencegah potensi penyebaran covid,” jelas Bupati Adnan.
Ketua Panitia Pelaksana Ijtima, Ustadz Alief Imran Kamaruddin mengatakan, pihak penyelenggara sepakat dengan Pemkab Gowa untuk menunda Itjima Asia tersebut. Ustadz Alief pun legowo membatalkan demi untuk mengantisipasi penyebaran corona di wilayah Gowa yang telah dikuatirkan masyarakat Gowa.
“Peserta akan tetap disini hingga sesuai jadwal tiket kepulangan mereka. Pemkab juga akan memfasilitasi kepulangan mereka,” kata Ustadz Alief saat dikonfirmasi media.
Sesuai data yang dihimpun, sekitar 8.694 peserta Ijtima Asia yang sudah hadir di lokasi hingga Rabu malam tadi. Secara rinci, jumlah WNA sebanyak 411 orang dari 9 negara, sedangkan WNI sebanyak 8.283 orang terdiri dari berbagai wilayah di Indonesia.

Secara detil ini rinciannya:
■ WNA sebanyak 411 orang terdiri dari 9 negara.
~ Pakistan : 58 orang
~ India : 35 orang
~ Malaysia : 83 orang
~ Thailand : 176 orang
~ Brunei : 1 orang
~ Timor Leste : 24 orang
~ Arab Saudi : 8 orang
~ Bangladesh : 24 orang
~ Philiphina : 2 orang
■ WNI sebanyak 8.283 orang terdiri dari berbagai wilayah.
~ Nanggroe Aceh : 12 orang
~ Sumatera Utara : 35 orang
~ Sumatera Barat : 130 orang
~ Riau : 17 orang
~ Jambi : 27 orang
~ Bangka Belitung : 10 orang
~ Bengkulu : 10 orang
~ Lampung : 115 orang
~ DKI Jakarta : 294 orang
~ Banten : 19 orang
~ Jawa Barat : 421 orang
~ Jawa Tengah : 1.167 orang
~ Jawa Timur : 260 orang.
~ Bali : 9 orang
~ Nusa Tenggara Barat : 752 orang
~ Nusa Tenggara Timur : 103 orang
~ Kalimantan Barat : 23 orang
~ Kalimantan Selatan : 733 orang
~ Kalimantan Tengah : 90 orang
~ Kalimantan Timur : 1.316 orang
~ Kalimantan Utara : 192 orang
~ Sulawesi Utara : 29 orang
~ Sulawesi Tengah : 742 orang
~ Sulawesi Tenggara : 120 orang.
~ Sulsel dan Sulbar : 1.059 orang
~ Gorontalo : 5 orang
~ Maluku Utara : 27 orang
~ Ambon : 2 orang
~ Papua : 564 orang.-

